Lebaran Ketupat, Penjualan Janur Meningkat

  • 27 Mar 2026 20:53 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Menjelang perayaan tradisi Lebaran Ketupat tahun 2026, aktivitas jual beli anyaman ketupat di Pasar Bongomeme, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Sejak Jumat 27 maret 2026, kawasan pasar tampak dipadati pedagang dan pembeli yang berburu kebutuhan khas perayaan tersebut.

Lebaran Ketupat yang biasanya dirayakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri menjadi momen penting bagi masyarakat Gorontalo. Tradisi ini mendorong warga untuk mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, salah satunya anyaman ketupat dari daun kelapa muda atau janur.

Sejak pagi hari, para pedagang terlihat sibuk menata dagangan mereka. Anyaman ketupat yang dijual hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk, menyesuaikan kebutuhan pembeli. Aktivitas di pasar pun semakin semarak dengan tawar-menawar yang berlangsung di sejumlah lapak.

Salah seorang pedagang, Sity Abas, mengaku penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. Dalam sehari, ia mampu menjual hingga ratusan anyaman ketupat kepada pelanggan yang datang dari berbagai wilayah di sekitar Bongomeme.

“Sebagian anyaman sudah dipesan sebelumnya, dan sebagian lagi dijual langsung di pasar. Harganya mulai dari seribu rupiah per buah, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan,” ujarnya sambil merangkai janur.

Ia juga menambahkan bahwa lonjakan permintaan mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dipicu oleh meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menyambut Lebaran Ketupat, yang telah menjadi tradisi turun-temurun di daerah tersebut.

Di sisi lain, para pembeli mengaku lebih memilih membeli anyaman ketupat yang sudah jadi daripada membuat sendiri. Selain lebih praktis, keterbatasan waktu dan kurangnya keterampilan menganyam menjadi alasan utama, terutama bagi generasi muda.

Meningkatnya aktivitas jual beli ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal. Para pedagang berharap tren penjualan yang meningkat dapat terus berlanjut hingga puncak perayaan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka dibanding tahun sebelumnya.

Lebaran Ketupat sendiri tidak hanya menjadi tradisi kuliner, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur. Dalam perayaan ini, masyarakat biasanya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, menikmati hidangan ketupat yang disajikan dengan berbagai menu khas daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....