Kenali Bahaya Tungau Kasur dan Cara Pencegahannya
- 14 Mei 2024 14:48 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Tungau kasur adalah serangga mikro yang berukuran sangat kecil, berbentuk pipih, dan berwarna coklat. Ukurannya yang sangat kecil membuat serangga ini susah dilihat oleh mata. Gigitan serangga yang satu ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan pada tubuh.
Gigitan serangga kasur bisa terjadi saat seseorang secara tidak sengaja membawa tungau kasur ke tempat tidur. Hal ini karena serangga ini mampu merayap melalui pakaian atau benda lain, kemudian bersembunyi di sekitar kasur. Serangga ini tertarik pada panas tubuh dan gas karbondioksida yang dikeluarkan oleh manusia.
Dirangkum dari Halodoc.com bahaya tungau kasur yang perlu anda waspadai:
1. Scabies atau kudis
Salah satu infeksi kulit yang bisa terjadi akibat gigitan tungau kasur adalah scabies atau yang lebih populer dengan julukan kudis.
Mengutip dr. Afiyah Rosalina dari kanal YouTube Halodoc, kudis terjadi akibat tungau bernama Sarcoptes scabiei yang hidup dan bersarang di kulit.
Penularan tungau ini bisa terjadi melalui dua cara. Pertama, melalui kontak langsung dengan pengidap kudis, seperti berpegangan tangan dalam waktu lama.
Kedua adalah kontak tidak langsung, seperti berbagi penggunaan pakaian, handuk atau tempat tidur dengan pengidap. Hal ini karena tungau bisa menetap selama 2 hari di benda tertentu.
Serangga tersebut bisa menyebabkan infeksi kulit yang salah satu tandanya berupa rasa gatal pada kulit, terutama di malam hari. Selain itu, bintik-bintik kecil seperti jerawat dan lepuhan kecil juga bisa muncul.
2. Eksim
Tungau kasur juga bisa menyebabkan eksim pada kulit. Pada mulanya, gigitan serangga tersebut menimbulkan iritasi, gatal, perih dan kemerahan pada kulit.
Lama kelamaan, bila kondisi tersebut tidak mendapatkan penanganan, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi lebih parah dan berubah menjadi eksim.
3. Alergi kulit
Gigitan tungau kasur juga bisa menyebabkan alergi kulit. Selain menyebabkan gatal-gatal dan ruam kemerahan pada kulit, alergi akibat tungau juga bisa menyebabkan bersin-bersin hingga sesak napas.
Pada kondisi yang parah, reaksi anafilaksis bisa terjadi dan menyebabkan pembengkakan pada beberapa area wajah hingga kesulitan menelan dan bernapas.
Karena itu, saat mengalami syok anafilaktik, penting untuk melakukan pertolongan pertama yang tepat.
4. Gangguan tidur
Selain infeksi kulit, gigitan tungau kasur dapat menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman saat beristirahat malam hari.
Tentunya, kondisi ini memicu gangguan tidur yang membuat pengidapnya merasa kelelahan pada siang hari dan penurunan produktivitas.
Tidak jarang, gangguan tidur akibat gigitan serangga ini menyebabkan penurunan kualitas hidup.
5. Asma
Tidak hanya berdampak buruk pada kulit, tungau kasur juga bisa mengganggu pernapasan. Salah satu masalah pernapasan yang bisa terjadi akibat serangga ini adalah asma.
Karena itu, pengidap asma perlu membersihkan kasur secara rutin agar terhindar dari serangga ini.
Ada beragam cara untuk mencegah tungau kasur bersarang di tempat tidur kita atau permukaan lainnya, diantaranya:
• Gunakan ranjang dengan rangka kayu atau besi
• Jemur kasur, karpet, dan peralatan tidur di bawah terik sinar matahari
• Jaga kondisi tempat tidur agar tidak lembab
• Cuci seprai dan sarung bantal secara rutin setidaknya seminggu sekali
• Cuci selimut dan bed cover secara rutin minimal satu hingga dua bulan sekali menggunakan air panas
• Cuci dan keringkan bonek berbulu sesering mungkin dan jauhkan dari tempat tidur
• Bersihkan kasur dengan penyedot debu yang kuat secara rutin
• Gunakan penutup kasur dan bantal anti tungau
• Gunakan kasur yang memiliki teknologi sanitized dan viro clean untuk membuat kasur anti-bakteri, anti-jamur, dan anti-kuman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....