Sanksi Bagi Pelajar yang Bolos di Berbagai Negara
- 16 Apr 2024 13:06 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Apa yang terjadi bila seorang anak membolos sekolah? Ditegur, diberi tugas tambahan atau bahkan dibiarkan saja, namun di buku raport ada catatan pernah bolos sekian kali. Hanya sekedar itu. Resiko atas kebolosan itu ditanggung anak itu sendiri. Bila membolos terus menerus, maka orangtua dipanggil dan selanjutnya, orangtua dan anak menyelesaikannya sendiri di dalam rumah.
Itu di Indonesia. Lain lagi di Jerman. Orangtua jangan main-main dengan aturan pemerintah. Di negaranya Adolf Hitler itu, nembolos sekolah adalah pelanggaran administratif. Jika seorang siswa bolos tanpa alasan yang kuat, orangtua dapat menerima peringatan atau denda yang ditentukan oleh pemerintah lokal. Denda untuk pembolosan sekolah mulai dari beberapa euro per hari dan bisa setinggi € 1.000 atau sekitar Rp 16,5 juta, seperti dikutip Bayerischer Rundfunk dan thelocal.de.
Denda yang sama juga diberlakukan di Inggris. Di negara kerajaan tersebut, orangtua yang anaknya membolos tanpa alasan jelas dapat dikenai denda sebanyak £60 atau Rp1,3 juta per anak oleh sekolah. Jika tidak dibayar dalam tiga pekan, jumlah itu meningkat menjadi £120 atau Rp2,5 juta.
Apabila denda itu menumpuk dan tidak kunjung dibayar, orangtua akan diadukan ke badan kesejahteraan pendidikan yang berkuasa membawa mereka ke pengadilan. Jika terbukti bersalah, orangtua bisa dikenai denda maksimum sebesar £2.500 (Rp53,8 juta) atau hukuman penjara selama tiga bulan.
Hal yang sama juga diberlakukan di Australia. Tahun 2017 lalu, seorang ibu berusia 30 tahun di Gatton, Brisbane, dikenai denda 731 dolar Australia atau setara dengan Rp 9,7 juta lebih karena membiarkan anaknya membolos sekolah selama dua bulan.
Sementara itu, dikutip dari kumparan.com SMA Muskogee di Oklahoma Amerika Serikat (AS) mengambil kebijakan keras bagi siswanya yang bolos atau datang terlambat. Mereka menjatuhkan denda. Jumlah denda tidak bisa dibilang kecil, sebab, siswa yang melanggar mesti membayar sebesar USD 250 atau kurang lebih setara Rp 3,6 juta yang sesuai dengan UU berlaku di negara bagian Oklahoma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....