Hari Ketupat, Dodol dan Nasi Bulu Mendominasi
- 15 Apr 2024 06:36 WIB
- Gorontalo
KBRN Gorontalo : Dua hari jelang perayaan Hari Ketupat, suasana di kawasan Tugu Ketupat Kabupaten Gorontalo semakin ramai dengan kehadiran pedagang dodol dan nasi bulu. Kawasan ikonik ini, yang terletak di Jalan Trans Sulawesi Desa Yosenegoro, Kecamatan Limboto Barat, mulai dipadati pengunjung sejak Senin (15/04/2024).
Pemandangan menarik terjadi ketika masyarakat lokal mulai berbondong-bondong membawa bambu, yang diperkirakan akan digunakan sebagai wadah untuk memasak nasi bulu. Lapak-lapak dagangan yang biasanya menjajakan nasi bungkus kini beralih fokus pada nasi bulu dan dodol, dua kudapan khas yang sangat identik dengan perayaan Hari Ketupat di Gorontalo, terutama di kampung Jawa.
Sebagian besar pedagang berasal dari masyarakat Desa Ombula Data, Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Menariknya, harga nasi bulu dan dodol di sekitar Tugu Ketupat dipertahankan pada level yang sama oleh para penjual. Irma Majid (36), salah satu pedagang, menyatakan bahwa harga dodol perbungkus dibanderol Rp 5 ribu, sementara nasi bulu per bambu dijual seharga Rp 50 ribu.
"Walaupun ada kenaikan harga, kita tetap menjaga agar harganya sama. Kalau makan di tempat, satu potong nasi dibanderol Rp 2 ribu dan satu tusuk sate Rp 2,500. Namun, harga nasi bulu perujung mengalami kenaikan dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu, karena kenaikan harga beras di pasaran," jelasnya.
Meskipun terjadi kenaikan harga, antusiasme masyarakat setempat untuk merayakan Hari Ketupat tetap tinggi. Bagi mereka, merayakan Hari Ketupat sudah menjadi bagian dari identitas dan budaya lokal yang harus tetap dijaga dan dirayakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....