ICARE Gelar Bimtek Perbenihan Kentang Dorong Kemandirian Petani Gowa

  • 22 Sep 2026 12:16 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID.GORONTALO– Upaya memperkuat kemandirian perbenihan kentang bermutu di Kabupaten Gowa terus dilakukan melalui program Integrated Corporation Agricultural Resources Empowerment (ICARE). Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Perbenihan Kentang yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kanreapia, Kabupaten Gowa.

Bimtek menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan teknologi perbenihan kentang sekaligus mendorong terbentuknya penangkar benih kentang yang mampu menghasilkan benih bermutu secara mandiri di tingkat kawasan.

Bimtek secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr. Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan dan penerapan Varietas Unggul Baru (VUB) Granola L serta pemanfaatan mikroba hayati Bacillus subtilis dalam budidaya kentang. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari pendekatan budidaya yang mendukung pengelolaan tanaman secara lebih efektif dan ramah lingkungan.

Pemanfaatan Bacillus subtilis diarahkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus membantu pengendalian organisme pengganggu tanaman tertentu, termasuk patogen yang berasal dari tanah. Integrasi teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat kesehatan tanaman dan mendukung peningkatan kualitas produksi kentang.

Berdasarkan kondisi budidaya yang selama ini dilakukan petani setempat, sekitar 200 kg bibit dapat menghasilkan 1 ton kentang, dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp15 juta pada tingkat harga Rp12.000 per kilogram. Melalui penerapan teknologi perbenihan yang lebih terstandar, peningkatan produktivitas dan mutu benih menjadi salah satu sasaran yang didorong dalam kegiatan ICARE.

Selain peningkatan kemampuan teknis, Bimtek juga diarahkan membangun kapasitas penangkar benih di tingkat petani. tersebut menargetkan terbentuknya lima petani penangkar yang terdaftar dan terlatih untuk selanjutnya dipersiapkan menuju proses sertifikasi, dengan dukungan 25 petani mitra sebagai calon penangkar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....