Menanamkan Nilai Disiplin Anak Dimulai dari Keteladanan

  • 21 Sep 2026 08:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID Gorontalo : Disiplin menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak sekaligus menunjang keberhasilan mereka dalam menempuh pendidikan. Namun, di tengah perubahan zaman, nilai disiplin pada anak dinilai mulai mengalami pergeseran dan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, saat menjadi narasumber melalui Zoom dalam program Tamu Kita RRI Gorontalo, Sabtu 19 September 2026. Menurutnya, disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan sekolah, tetapi menjadi kunci sukses anak dalam menjalani proses pendidikan.

Arman mengatakan, penerapan disiplin di sekolah harus dilakukan secara tepat dan konsisten. Salah satu upaya yang didorong adalah program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki karakter baik dan menjadi generasi terbaik bangsa di masa depan.

Menurutnya, menanamkan disiplin kepada anak tidak cukup hanya dengan memberikan aturan. Anak membutuhkan figur yang dapat menjadi teladan. Karena itu, keteladanan harus dimulai dari lingkungan sekolah, terutama dari para guru sebagai sosok yang setiap hari berinteraksi langsung dengan peserta didik.

Arman menjelaskan, dari hasil pemantauan di lapangan, persoalan ketidakdisiplinan anak sering kali ditemukan pada sekolah yang belum menerapkan sistem disiplin secara tepat. Guru juga diharapkan tidak hanya disibukkan dengan persoalan administratif, tetapi memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan perannya dalam membimbing dan membentuk karakter peserta didik.

Dari sisi lingkungan sekolah, dukungan sarana dan prasarana juga menjadi bagian penting. Menurut Arman, sekolah yang memiliki gedung yang baik belum tentu mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kedisiplinan apabila aspek keamanan dan pengawasan belum diperhatikan. Misalnya, sekolah yang tidak memiliki pagar membuat anak lebih mudah keluar dari lingkungan sekolah tanpa pengawasan.

Selain itu, sekolah juga perlu menghadirkan kegiatan yang menarik dan positif bagi anak. Ketika lingkungan sekolah tidak menyediakan aktivitas yang membuat anak merasa nyaman dan tertarik, mereka bisa mencari kegiatan lain di luar sekolah.

Karena itu, membangun disiplin anak bukan hanya soal memberikan hukuman ketika aturan dilanggar. Disiplin perlu dibangun melalui keteladanan, lingkungan yang aman, kegiatan yang positif, pengawasan, serta komunikasi yang baik antara guru, sekolah dan orang tua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....