Indonesia Masuk Tiga Besar Negara ASEAN Paling Gemar Membaca

  • 07 Sep 2026 10:51 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID ,Gorontalo - Kebiasaan membaca masih menjadi salah satu indikator penting dalam melihat budaya literasi masyarakat di suatu negara. Menariknya, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara ASEAN dengan durasi membaca cukup tinggi berdasarkan survei CEOWorld Magazine.

Data CEOWorld Magazine menunjukkan, masyarakat Singapura menjadi yang paling banyak menghabiskan waktu untuk membaca di kawasan Asia Tenggara, dengan rata-rata mencapai 155 jam per tahun. Angka tersebut setara dengan sekitar 6,72 buku per tahun.

Thailand berada di posisi kedua dengan rata-rata waktu membaca 149 jam per tahun, atau sekitar 6,37 buku per tahun.

Sementara itu, Indonesia menempati posisi ketiga di ASEAN, dengan rata-rata waktu membaca mencapai 129 jam per tahun atau sekitar 5,91 buku per tahun.

Posisi Indonesia berada di atas sejumlah negara ASEAN lainnya seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Berikut daftar negara ASEAN berdasarkan rata-rata durasi membaca per tahun menurut CEOWorld Magazine:

  1. Singapura – 155 jam per tahun atau 6,72 buku
  2. Thailand – 149 jam per tahun atau 6,37 buku
  3. Indonesia – 129 jam per tahun atau 5,91 buku
  4. Filipina – 123 jam per tahun atau 5,59 buku
  5. Vietnam – 123 jam per tahun atau 5,54 buku
  6. Malaysia – 122 jam per tahun atau 5,49 buku
  7. Kamboja – 78 jam per tahun atau 3,52 buku
  8. Myanmar – 74 jam per tahun atau 3,28 buku
  9. Brunei Darussalam – 60 jam per tahun atau 2,59 buku

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, posisi Indonesia berada di peringkat ke-31 dalam pemeringkatan CEOWorld Magazine.

Namun, capaian tersebut masih cukup jauh jika dibandingkan dengan negara yang berada di posisi teratas secara global. Amerika Serikat tercatat memiliki rata-rata waktu membaca mencapai 357 jam per tahun.

Sebaliknya, Afghanistan berada di posisi terbawah dalam pemeringkatan global dengan rata-rata waktu membaca sekitar 58 jam per tahun.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas membaca masyarakat Indonesia cukup tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN. Meski demikian, budaya literasi tidak semata-mata dapat diukur dari jumlah jam yang dihabiskan untuk membaca atau banyaknya buku yang diselesaikan.

Kualitas bahan bacaan, kemampuan memahami informasi, serta kebiasaan memanfaatkan informasi secara kritis juga menjadi bagian penting dari literasi.

Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan platform digital, kemampuan membaca secara kritis menjadi semakin dibutuhkan. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga memilah informasi, mengenali sumber yang dapat dipercaya, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Karena itu, peningkatan budaya membaca di Indonesia perlu terus didorong, baik melalui lingkungan keluarga, sekolah, perpustakaan, komunitas literasi maupun pemanfaatan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....