BPBD Gorut Salurkan Air Bersih untuk 127 KK di Pontolo Atas

  • 14 Agt 2026 12:20 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara terus bergerak cepat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, Sekretaris BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, mendampingi Tim Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) Wilayah Gorontalo dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Desa Pontolo Atas.

Bantuan air bersih tersebut menyasar masyarakat di tiga dusun dengan total 127 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jemy Igirisa mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bentuk sinergi antara BPBD Kabupaten Gorontalo Utara dan BWSS Wilayah Gorontalo dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

“Pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian penting dalam penanganan dampak kekeringan. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

BPBD Gorontalo Utara akan terus memantau wilayah yang terdampak kekeringan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait untuk memastikan bantuan air bersih dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung saat ini menyebabkan sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara mengalami keterbatasan sumber air bersih. Situasi tersebut membutuhkan penanganan bersama dan dukungan lintas sektor agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya kekeringan.

Dukungan lintas sektor dinilai penting untuk mengatasi persoalan krisis air bersih secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan serta meminimalkan dampak kekeringan terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....