Bupati Gorut Buka Lomba Resensi Buku Dorong Budaya Literasi

  • 07 Agt 2026 00:17 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, secara resmi membuka Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tahun 2026 bagi pelajar jenjang SMP/MTs sederajat yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo Utara.

Kegiatan tersebut berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai SMP/MTs di wilayah Gorontalo Utara.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo Utara, Thamrin Sirajudin, dalam laporannya menjelaskan bahwa lomba tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan budaya gemar membaca, mengoptimalkan pemanfaatan koleksi perpustakaan sebagai sumber belajar, serta membangun kemampuan literasi, berpikir kritis, dan keterampilan menulis di kalangan pelajar.

Bupati Thariq Modanggu mengajak seluruh peserta menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Bupati berbagi pengalaman masa kecilnya yang penuh keterbatasan. Ia menceritakan bahwa saat masih duduk di bangku sekolah dasar, perjalanan menuju sekolah harus ditempuh menggunakan perahu selama berjam-jam. Pada masa itu, ia belum mengenal televisi maupun teknologi seperti yang dinikmati generasi saat ini.

Menurutnya, berbagai kemajuan teknologi yang ada saat ini lahir dari kekuatan ilmu pengetahuan serta kemampuan manusia untuk berpikir dan terus belajar.

"Semua penemuan besar di dunia lahir karena ilmu pengetahuan. Karena itu, isi pikiran kita dengan ilmu melalui membaca. Tidak ada orang yang langsung menjadi pintar tanpa belajar dan berlatih," ujar Thariq.

Bupati juga menegaskan bahwa kemampuan menulis bukan hanya bakat semata, melainkan keterampilan yang harus terus diasah melalui latihan.

"Menulis adalah keterampilan. Semakin sering kita berlatih, semakin baik hasil tulisan kita. Saya sendiri mulai belajar menulis sejak menjadi mahasiswa, berkali-kali memperbaiki tulisan hingga akhirnya mampu menghasilkan buku," ungkapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....