BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang di Musim Kemarau
- 31 Jul 2026 21:32 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Musim kemarau tidak hanya ditandai dengan cuaca panas dan minim hujan, tetapi juga sering disertai angin kencang. Kondisi ini merupakan fenomena yang umum terjadi di Indonesia dan dijelaskan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebagai bagian dari dinamika atmosfer pada musim kemarau.
Menurut BMKG, salah satu penyebab utama angin kencang adalah aktifnya Monsun Australia. Angin muson timur membawa massa udara kering dari Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin menuju wilayah Asia yang bertekanan udara lebih rendah. Perbedaan tekanan udara tersebut membuat aliran angin menjadi lebih kuat ketika melintasi Indonesia.
BMKG juga menjelaskan bahwa pada musim kemarau, langit yang umumnya cerah menyebabkan permukaan bumi menerima penyinaran matahari secara maksimal. Pemanasan yang kuat di daratan membuat udara panas naik dengan cepat, kemudian digantikan oleh udara yang lebih dingin dari daerah sekitarnya. Proses ini memicu embusan angin yang terasa lebih kencang, terutama pada siang hingga sore hari.
Selain itu, apabila terjadi fenomena iklim seperti El Nino, kondisi udara di Indonesia menjadi semakin kering. Berkurangnya pembentukan awan dan curah hujan memperbesar perbedaan suhu dan tekanan udara, sehingga dapat memperkuat kecepatan angin di sejumlah wilayah.
BMKG mengingatkan bahwa angin kencang pada musim kemarau dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan atap rumah, baliho roboh, hingga terganggunya jaringan listrik. Di wilayah pesisir, angin yang lebih kuat juga dapat memicu gelombang laut yang lebih tinggi sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin bertiup kencang, serta memastikan atap rumah dan benda-benda di luar ruangan dalam kondisi aman agar tidak membahayakan diri maupun orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....