Pemkab Gorut Bentuk Pokja ProKlim Dukung Program REDD+ GCF
- 18 Jul 2026 07:38 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna Haluti, mewakili Wakil Bupati Gorontalo Utara membuka kegiatan Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim) di desa-desa pilot terpilih. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap implementasi Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Graha Anbril, Desa Moluo, Kecamatan Kwandang.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo Utara beserta jajaran, Camat Kwandang, para kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Kwandang, pendamping Program Kampung Iklim (ProKlim), serta peserta dari desa-desa pilot yang menjadi lokasi pelaksanaan program.
Dalam sambutan Wakil Bupati yang dibacakan Osna Haluti, disampaikan bahwa pembentukan Pokja ProKlim merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi Program Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund sebagai bagian dari komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu masa depan, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat melalui perubahan pola musim, meningkatnya potensi banjir, kekeringan, abrasi pantai, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.
"Sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam, kawasan hutan, wilayah pesisir, dan lahan pertanian, Kabupaten Gorontalo Utara memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Osna.
Ia menjelaskan, melalui Program Kampung Iklim pemerintah mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan penghijauan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber daya air, serta pemanfaatan energi ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun desa yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....