Legenda Kampung Mahligai Ceritakan Keajaiban Perjalanan menuju Makkah Bersama
- 05 Jul 2026 08:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Di Kampung Mahligai, tempat yang dikenal sebagai pusat pembelajaran ilmu agama pada masa lampau, tidak semua orang dapat diterima untuk menimba ilmu. Hanya mereka yang dinilai memiliki kesungguhan hati dan memenuhi syarat tertentu yang diperbolehkan berguru kepada ulama besar di kampung tersebut.
Suatu ketika, seorang pemuda dari negeri yang jauh datang dengan tekad kuat untuk memperbaiki kehidupannya. Ia ingin meninggalkan masa lalunya dan menempuh jalan kebaikan melalui pendalaman ilmu agama.
Kesungguhan yang ditunjukkan pemuda itu menarik perhatian sang guru. Setelah melalui pertimbangan, ia akhirnya diterima sebagai murid dan diizinkan tinggal bersama sang guru selama menjalani proses pembelajaran.
Selama berguru, pemuda tersebut mendapatkan berbagai pelajaran agama, termasuk amalan zikir yang diwajibkan untuk dibaca setiap hari sebagai bagian dari pembinaan spiritualnya.
Memasuki musim haji, sang guru memutuskan berangkat ke Makkah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Sang murid berharap dapat ikut dalam rombongan tersebut, namun permintaannya ditolak karena dianggap belum waktunya.
Meski diliputi rasa kecewa, pemuda itu tetap mematuhi keputusan gurunya. Ia terus memperbanyak zikir sebagaimana yang telah diajarkan tanpa mengurangi semangat dalam beribadah.
Dalam suatu kesempatan saat sedang berzikir, ia mendengar suara misterius yang memintanya menuju hutan untuk mengambil sehelai daun sukik. Tanpa ragu, ia mengikuti petunjuk tersebut.
Setelah menemukan daun yang dimaksud dan membawanya pulang, sebuah keajaiban terjadi. Daun sukik itu berubah menjadi sebuah kapal besar yang siap mengantarkannya berlayar.
Dengan penuh keyakinan, pemuda itu menaiki kapal tersebut dan berlayar menuju Makkah. Menurut kisah yang diwariskan secara turun-temurun, kapal ajaib itu mengantarkannya hingga berhasil tiba di Tanah Suci lebih dahulu dibandingkan rombongan sang guru.
Legenda ini menjadi salah satu cerita rakyat yang berkembang di masyarakat sebagai simbol bahwa ketulusan, kesabaran, dan ketaatan dalam menuntut ilmu serta beribadah diyakini akan menghadirkan pertolongan Tuhan dengan cara yang tidak pernah disangka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....