Kemenag Kabgor ke Guru PAI: Siswa SD Harus Miliki Kemampuan Baca Tulis Hijaiyah
- 03 Jul 2026 11:21 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo menekankan pentingnya penguatan kemampuan dasar keagamaan peserta didik sejak dini. Seluruh siswa sekolah dasar, mulai dari kelas I hingga kelas VI, diharapkan memiliki kemampuan membaca dan menulis huruf hijaiyah sebagai fondasi dalam mempelajari Al-Qur'an.
Penekanan tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Yusrin Taib, saat menghadiri kegiatan penguatan implementasi Kurikulum Cinta melalui penyusunan perangkat administrasi pembelajaran bagi Guru Pendidikan Agama Islam jenjang Sekolah Dasar Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027, di SDN 2 Tilango, Rabu 1 Juli 2026.
Sebanyak 50 Guru Pendidikan Agama Islam jenjang SD di wilayah Kecamatan Telaga Cs mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan nilai-nilai Kurikulum Cinta serta kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan.
"Melalui pembelajaran yang terarah dan perangkat administrasi yang disusun dengan baik, kita berharap peserta didik dari kelas I sampai kelas VI memiliki kemampuan membaca dan menulis huruf hijaiyah dengan baik. Ini merupakan dasar yang harus terus diperkuat dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam," ujar Yusrin.
Yusrin berharap kegiatan pendampingan ini dapat menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas, implementatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sesuai semangat Kurikulum Cinta, sehingga proses pembelajaran PAI di sekolah dasar semakin efektif, bermakna, dan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran agama sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Kabupaten Gorontalo, Sudaryono Kai, berharap kegiatan pendampingan penyusunan perangkat administrasi pembelajaran ini dapat meningkatkan profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam dalam merancang proses pembelajaran yang berkualitas, sistematis, dan selaras dengan implementasi Kurikulum Cinta. Menurutnya, perangkat pembelajaran yang disusun secara baik akan menjadi pedoman bagi guru dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif, bermakna, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
“Kami berharap seluruh Guru PAI mampu menyusun perangkat administrasi pembelajaran yang berkualitas, implementatif, dan selaras dengan Kurikulum Cinta, sehingga pembelajaran di kelas semakin efektif serta mampu membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia," ujar Sudaryono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....