Idah Syaidah Minta Pengawasan Jajanan Sekolah Terus Diperkuat

  • 09 Jun 2026 17:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syaidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan keamanan pangan jajanan anak sekolah sebagai upaya melindungi kesehatan generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kick off pemecahan Rekor MURI uji keamanan pangan jajanan anak sekolah secara seri dengan jumlah sampel terbanyak di MIN 1 Kota Gorontalo, Selasa 9 Juni 2026.

Menurut Idah, keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, sekolah, dan pedagang. Ia menilai pengawasan yang konsisten perlu dibarengi dengan edukasi agar kesadaran terhadap pangan aman semakin meningkat.

Kegiatan yang diinisiasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Gorontalo bersama SAKA POM tersebut menyasar sejumlah sekolah di seluruh wilayah Gorontalo. Program ini bertujuan memastikan makanan dan minuman yang dijual di lingkungan sekolah aman untuk dikonsumsi para siswa.

Melalui pengambilan sampel secara langsung, berbagai jenis jajanan yang beredar di sekolah akan diuji untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.

Idah menilai langkah tersebut sangat penting karena kualitas pangan yang dikonsumsi siswa berpengaruh langsung terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan kemampuan belajar mereka di sekolah.

"Keamanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan anak-anak. Karena itu, pengawasan dan edukasi harus terus dilakukan agar generasi muda terlindungi dari risiko pangan yang tidak memenuhi standar," ucap Idah Syaidah Rusli Habibie.

Ia mengatakan masyarakat sebenarnya dapat mengenali beberapa tanda awal jajanan yang perlu diwaspadai. Salah satu yang paling mudah diamati adalah tampilan makanan atau minuman yang memiliki warna terlalu mencolok maupun penggunaan warna yang tidak lazim.

Menurutnya, kewaspadaan konsumen menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan pangan. Dengan pengetahuan yang memadai, orang tua dan siswa dapat lebih selektif dalam memilih makanan yang aman untuk dikonsumsi.

Idah juga mengingatkan para pedagang agar memperhatikan aspek kebersihan, kualitas bahan baku, serta ketentuan keamanan pangan dalam setiap produk yang dijual di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan pada anak.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat, pengawasan keamanan pangan di lingkungan pendidikan diharapkan semakin kuat sehingga anak-anak Gorontalo dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi dari bahaya pangan yang tidak memenuhi standar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....