Fenomena kebiasaan lupa balas pesan

  • 04 Jun 2026 12:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI. CO. ID Gorontalo : Fenomena membaca pesan tanpa langsung membalas kini semakin sering terjadi di tengah masyarakat digital. Banyak orang mengaku pernah membuka pesan WhatsApp atau DM, berniat membalas nanti, namun justru berakhir lupa. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi sehari-hari.

Dalam kehidupan yang serba cepat, notifikasi pesan datang silih berganti. Tak jarang seseorang membuka pesan di sela aktivitas, seperti saat bekerja, belajar, atau berkendara. Karena merasa belum punya waktu untuk merespons dengan baik, pesan tersebut ditunda. Namun, tanpa disadari, pesan yang tertunda itu akhirnya terlupakan.

Perilaku ini seringkali dianggap sebagai sikap cuek atau tidak peduli oleh pengirim pesan. Padahal, dalam banyak kasus, hal tersebut bukan disengaja. Kurangnya manajemen waktu dan banyaknya distraksi digital menjadi faktor utama yang membuat seseorang lupa membalas pesan yang sudah dibaca.

Dari sisi komunikasi, kebiasaan ini bisa berdampak pada hubungan sosial. Pesan yang tidak dibalas dapat menimbulkan perasaan diabaikan, bahkan memicu konflik kecil. Apalagi jika pesan tersebut bersifat penting atau membutuhkan respon segera, seperti urusan pekerjaan, keluarga, atau koordinasi kegiatan.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kesadaran dalam mengelola komunikasi digital. Salah satu cara sederhana adalah langsung membalas pesan singkat seperti “nanti saya balas ya” agar pengirim tidak merasa diabaikan. Selain itu, memanfaatkan fitur pengingat atau menandai pesan juga bisa membantu agar tidak lupa membalas.

Dalam berkomunikasi etika tetap penting, meskipun dilakukan secara digital. Membalas pesan tepat waktu bukan hanya soal kesopanan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap orang lain. Dengan kebiasaan yang lebih baik, komunikasi akan menjadi lebih efektif, jelas, dan harmonis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....