Garuda Pancasila Warnai Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- 31 Mei 2026 14:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi menetapkan tema dan logo Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 yang menjadi pedoman nasional dalam pelaksanaan upacara, publikasi, serta berbagai kegiatan peringatan sepanjang Bulan Pancasila di seluruh Indonesia dan kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026, BPIP mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia". Sementara itu, lambang Garuda Pancasila ditetapkan sebagai logo resmi yang akan digunakan dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan.
Dilansir dari tirto.id Tema tersebut mengandung pesan mendalam yang tidak hanya relevan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga memiliki makna strategis dalam menghadapi berbagai tantangan global yang berkembang saat ini.
BPIP menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku, budaya, bahasa, dan agama. Di tengah kemajemukan tersebut, nilai-nilai Pancasila terus menjadi perekat yang menjaga persatuan dan kesatuan nasional.
Selain itu, tema yang diusung tahun ini juga menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Mulai dari perkembangan teknologi yang semakin pesat, ketidakpastian ekonomi global, hingga meningkatnya konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, seluruhnya membutuhkan landasan moral yang kuat agar kemajuan yang dicapai tetap berpihak pada nilai kemanusiaan.
Pemerintah menilai bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan ideologi bangsa. Oleh karena itu, generasi muda didorong untuk tidak hanya memahami Pancasila sebagai simbol atau teks sejarah, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai ideologi yang hidup atau living ideology.
Makna lain yang terkandung dalam tema tahun ini adalah komitmen Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Frasa "Fondasi Perdamaian Dunia" sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila seperti musyawarah, gotong royong, toleransi, dan kemanusiaan dinilai dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai konflik global yang saat ini terus meningkat. Semangat tersebut juga tercermin melalui peran aktif Indonesia dalam berbagai misi perdamaian internasional, termasuk pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta dukungan terhadap perjuangan bangsa-bangsa yang masih memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan.
Untuk memperkuat identitas visual peringatan tahun ini, BPIP menetapkan lambang Garuda Pancasila sebagai logo resmi Hari Lahir Pancasila 2026. Penggunaan lambang negara secara utuh mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan nasional serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila secara konsisten.
Logo tersebut akan digunakan dalam berbagai media publikasi resmi, mulai dari baliho, spanduk, umbul-umbul, media cetak, hingga berbagai platform digital dan media sosial sepanjang bulan Juni 2026.
Pemerintah juga mengimbau seluruh kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, sekolah, perguruan tinggi, serta sektor swasta untuk memasang tema dan logo resmi Hari Lahir Pancasila di lingkungan masing-masing sebagai bentuk partisipasi dalam menyemarakkan peringatan nasional tersebut.
Selain pemasangan atribut publikasi, masyarakat juga diimbau mengibarkan Bendera Merah Putih pada tanggal 1 Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya dasar negara Indonesia.
Puncak peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 akan diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Sementara itu, seluruh pemerintah daerah, instansi pemerintah, kantor perwakilan RI di luar negeri, serta satuan pendidikan diwajibkan melaksanakan upacara secara luring di wilayah masing-masing paling lambat pukul 08.00 waktu setempat.
Setelah pelaksanaan upacara di daerah selesai, peserta dan masyarakat diimbau untuk mengikuti siaran langsung upacara tingkat pusat melalui kanal media sosial BPIP maupun televisi nasional.
Tidak hanya melalui kegiatan seremonial, BPIP juga mendorong masyarakat untuk mengisi Bulan Pancasila dengan berbagai kegiatan sosial yang mencerminkan nilai gotong royong dan kemanusiaan. Kegiatan tersebut antara lain donor darah, pasar murah, bakti sosial, layanan konsultasi hukum gratis, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Melalui tema dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, Hari Lahir Pancasila 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus meneguhkan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....