Tips Menyimpan Daging Kurban agar Awet dan Tidak Bau

  • 18 Mei 2026 21:31 WIB
  •  Gorontalo

RRi.CO.ID, Gorontalo - Menjelang Idul Adha, banyak warga memilih menyimpan daging kurban untuk stok beberapa hari bahkan berbulan-bulan. Namun, cara penyimpanan yang kurang tepat sering membuat daging cepat bau dan rusak. Sejumlah dokter dan ahli pangan menyarankan masyarakat memperhatikan suhu penyimpanan serta kebersihan wadah agar kualitas daging tetap terjaga.

Dokter dan pakar keamanan pangan menyarankan daging tidak dicuci sebelum disimpan. Air yang menempel pada permukaan daging dapat meningkatkan kelembapan dan memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau tidak sedap. Daging cukup dilap menggunakan tisu dapur bersih apabila masih terdapat darah atau kotoran.

Selain itu, daging dianjurkan dipotong sesuai porsi sekali masak lalu dimasukkan ke wadah kedap udara atau plastik food grade. Penyimpanan di freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius dinilai ideal untuk menjaga kualitas daging dalam jangka panjang.

Ahli juga mengingatkan masyarakat agar tidak membekukan kembali daging yang sudah dicairkan karena dapat menurunkan kualitas dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Untuk penyimpanan jangka pendek, daging cukup disimpan di chiller dan sebaiknya segera diolah dalam dua hingga tiga hari.

Dengan penyimpanan yang benar, daging kurban tidak hanya lebih awet tetapi juga tetap aman dikonsumsi dan terhindar dari bau menyengat saat diolah.

Penulis: Putri Muliani Talapiu

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....