Keutamaan 10 hari di bulan Dzulhijjah
- 12 Mei 2026 06:54 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID Gorontalo: Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam ajaran Islam, hari-hari ini disebut sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal ibadah, bahkan lebih utama dibandingkan hari-hari lainnya. Kesempatan ini datang hanya sekali dalam setahun, sehingga sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan dengan maksimal.
Keutamaan ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat pun bertanya apakah keutamaan tersebut melebihi jihad di jalan Allah, dan Rasulullah menegaskan bahwa hari-hari ini memiliki nilai yang sangat tinggi, kecuali bagi orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya serta tidak kembali lagi.
Selain itu, Allah SWT juga bersumpah dengan menyebut hari-hari ini dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Fajr ayat 1-2. Para ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” tersebut sebagai sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang menunjukkan betapa mulianya waktu tersebut di sisi Allah.
Adapun beberapa keutamaan utama dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang perlu diketahui, di antaranya:
Pertama, pahala amal ibadah dilipatgandakan. Setiap kebaikan yang dilakukan pada hari-hari ini memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan hari biasa. Ini menjadi peluang besar untuk memperbanyak ibadah seperti sholat sunnah, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
Kedua, termasuk hari yang paling dicintai Allah untuk beramal saleh. Bahkan amal sederhana seperti zikir, takbir, tahmid, dan tahlil sangat dianjurkan untuk diperbanyak selama periode ini.
Ketiga, terdapat hari Arafah yang sangat istimewa. Puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah dipercaya dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Keempat, menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, rukun Islam kelima yang hanya terjadi pada bulan ini. Umat Islam dari seluruh dunia berkumpul untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kelima, terdapat hari raya Idul Adha yang penuh makna pengorbanan dan keikhlasan, sekaligus momentum berbagi melalui ibadah kurban kepada sesama.
Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta mempererat kepedulian sosial. Dengan berbagai keutamaan tersebut, sepuluh hari pertama Dzulhijjah bukan sekadar waktu biasa, melainkan kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap Muslim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....