Kenali bahaya sujud freestyle
- 08 Mei 2026 06:46 WIB
- Gorontalo
Fenomena “sujud freestyle” yang kini banyak ditiru anak-anak melalui media sosial mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan orang tua. Gerakan yang terlihat seperti permainan atau tantangan biasa itu ternyata memiliki risiko besar bagi keselamatan anak, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan dan pemahaman yang benar. Beberapa kasus bahkan menunjukkan anak mengalami cedera serius akibat posisi tubuh yang salah saat mencoba aksi tersebut.
Gerakan yang menumpukan berat badan pada kepala dan tangan sambil mengangkat kaki ke atas dapat memicu cedera pada leher, tulang belakang, hingga kepala. Pada anak-anak yang kondisi tulangnya masih dalam masa pertumbuhan, tekanan berlebihan bisa menyebabkan keseleo, patah tulang, gangguan saraf, bahkan risiko fatal jika terjatuh dengan posisi yang salah. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa tidak semua tren di media sosial aman untuk ditiru.
Para pendidik dan orang tua diharapkan lebih peka terhadap aktivitas anak, baik di sekolah maupun di rumah. Banyak anak melakukan aksi berbahaya hanya karena ingin dianggap keren, mengikuti teman, atau meniru video viral tanpa memahami dampaknya. Di sinilah pentingnya peran orang dewasa untuk memberikan edukasi sejak dini tentang batasan bermain yang aman dan bertanggung jawab.
Guru memiliki peran penting dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan positif. Pengawasan saat jam istirahat, kegiatan olahraga, maupun aktivitas di luar kelas perlu ditingkatkan. Selain itu, pendekatan edukatif juga penting dilakukan, bukan sekadar melarang. Anak perlu diberikan pemahaman bahwa menjaga keselamatan diri adalah bagian dari sikap cerdas dan disiplin.
Di sisi lain, orang tua juga diimbau untuk lebih aktif memperhatikan tontonan dan aktivitas anak di media sosial. Komunikasi yang hangat di rumah dapat membantu anak lebih terbuka tentang tren yang sedang mereka ikuti. Orang tua tidak harus selalu memarahi, tetapi bisa mengajak anak berdiskusi mengenai mana aktivitas yang aman dan mana yang berbahaya.
Fenomena ini menjadi pengingat bersama bahwa pengawasan terhadap anak tidak boleh dianggap sepele. Tren sesaat bisa meninggalkan dampak panjang jika tidak dicegah sejak awal. Anak-anak membutuhkan perhatian, arahan, dan lingkungan yang mendukung agar mereka dapat tumbuh sehat, kreatif, dan aman.
Anak hebat tumbuh dari pengawasan kita bersama. Jangan sampai kelalaian merusak masa depan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....