Jumlah Qirath dalam penyelenggaraan sholat jenazah

  • 27 Apr 2026 05:58 WIB
  •  Gorontalo

RRI. CO. ID Gorontalo: Dalam kehidupan yang serba cepat dan sibuk, sering kali manusia lupa bahwa ada satu kepastian yang tidak pernah bisa ditunda: kematian. Namun, di balik duka yang menyelimuti kepergian seseorang, Islam menghadirkan pelajaran yang begitu dalam tentang kepedulian, kebersamaan, dan pahala yang luar biasa besar.

Rasulullah SAW, mengajarkan bahwa setiap langkah kita dalam mengurus jenazah bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga ladang pahala yang tak ternilai. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, disebutkan bahwa siapa yang menyolatkan jenazah akan mendapatkan satu qirath pahala. Dan siapa yang mengantarkannya hingga ke pemakaman serta ikut menguburkannya, maka ia mendapatkan dua qirath.

Para sahabat pun bertanya penuh rasa ingin tahu, “Apa itu dua qirath?” Rasulullah SAW menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” Gambaran ini bukan sekadar perumpamaan biasa, melainkan isyarat betapa agungnya ganjaran bagi mereka yang turut mengurus jenazah saudaranya.

Nilai yang terkandung di dalamnya bukan hanya tentang pahala, tetapi juga tentang kemanusiaan. Mengurus jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir kepada seseorang yang telah kembali kepada Allah. Ini adalah momen di mana status sosial, harta, dan jabatan tidak lagi berarti.

Semua manusia kembali dalam keadaan yang sama, dan yang tersisa hanyalah amal ibadahnya.

Lebih dari itu, keterlibatan dalam proses ini juga menjadi pengingat kuat bagi yang masih hidup. Setiap langkah menuju pemakaman seakan menjadi refleksi diri: suatu saat kita pun akan berada di posisi yang sama. Maka, kesempatan untuk mendapatkan pahala besar ini seharusnya tidak disia-siakan. Ini adalah panggilan untuk lebih peduli, lebih hadir, dan lebih peka terhadap sesama.

Dengan memahami keutamaan ini, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap remeh kewajiban sosial dalam mengurus jenazah. Justru di sanalah letak kemuliaan yang sering tersembunyi. Di tengah kesedihan, Allah membuka pintu keberkahan yang luas. Sebab dalam setiap doa yang dipanjatkan, setiap langkah yang diayunkan, dan setiap tanah yang ditimbunkan, tersimpan pahala sebesar gunung sebuah janji indah bagi mereka yang tulus menjalankannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....