Hidup Sederhana, Jalan Tengah Menuju Ketenangan Hidup
- 19 Apr 2026 09:48 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo : Gaya hidup sederhana kembali menjadi sorotan dalam acara religi pagi yang rutin digelar, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keseimbangan hidup.
Dalam kajian tersebut ditegaskan bahwa hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kekurangan atau kemiskinan, melainkan sikap bijak dalam menggunakan nikmat yang telah diberikan.
Konsep ini sejalan dengan prinsip wasathiyah dalam Islam, yaitu jalan tengah tidak berlebihan, namun juga tidak kikir. Hidup sederhana mengajarkan seseorang untuk tidak terikat secara berlebihan pada harta duniawi, melainkan menjadikannya sebagai sarana, bukan tujuan utama dalam kehidupan.
Ustad Husni menyampaikan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk memiliki harta, namun mengingatkan agar harta tersebut tidak menguasai hati. “Yang diajarkan Rasulullah adalah bagaimana kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal, tanpa berlebih-lebihan, dan tetap bersyukur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kesederhanaan justru menjadi kunci ketenangan hidup. Ketika seseorang tidak memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup mewah, maka beban hidup akan terasa lebih ringan. Selain itu, hidup sederhana juga membuka ruang untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
Edukasi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat, terutama di tengah tren gaya hidup konsumtif yang semakin marak. Dengan memahami makna kesederhanaan yang sebenarnya, masyarakat dapat hidup lebih tenang, terarah, dan penuh keberkahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan religi pagi ini, pesan tentang pentingnya hidup sederhana tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Sebab pada akhirnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta, melainkan pada rasa cukup dan syukur yang ada di dalam hati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....