Bijak Memanggil Istri, Teladan Lembut dari Rasulullah SAW
- 14 Apr 2026 07:17 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo - Dalam kehidupan rumah tangga, cara memanggil pasangan ternyata bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga mencerminkan adab, kasih sayang, dan nilai keimanan. Hal ini menjadi topik menarik dalam kajian Religi Pagi bersama Dr. Sabara, yang mengangkat teladan panggilan penuh cinta dari Rasulullah SAW kepada istri-istrinya.
Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW dikenal menggunakan panggilan yang lembut dan penuh makna. Di antaranya seperti “Ya Ummul Mukminin” yang berarti ibu orang-orang beriman, serta “Siti Humairah,” panggilan sayang kepada Aisyah binti Abu Bakar yang menggambarkan kecantikan dan kelembutan. Panggilan ini bukan hanya romantis, tetapi juga sarat penghormatan dan kemuliaan.
Selain itu, ungkapan seperti “Ya Safatallah” juga mencerminkan doa dan harapan baik kepada pasangan. Dalam konteks kehidupan modern, panggilan-panggilan ini menjadi inspirasi bahwa komunikasi dalam rumah tangga seharusnya dibangun dengan kelembutan, bukan dengan kata-kata kasar atau merendahkan.
Dr. Sabara K Ngou dalam acara religi pagi menjelaskan, dalam kajian fiqih para ulama, hukum memberi panggilan khusus kepada istri adalah mubah atau diperbolehkan. Artinya, selama panggilan tersebut mengandung makna baik dan tidak bertentangan dengan syariat, maka hal itu justru dianjurkan sebagai bentuk kasih sayang dalam rumah tangga.Lebih lanjut, ia mengutip pesan dalam Surat Al-Ahzab ayat 5 yang menekankan pentingnya memanggil seseorang dengan nama yang baik dan benar. Ayat ini menjadi dasar bahwa Islam sangat memperhatikan etika dalam berkomunikasi, termasuk dalam lingkup keluarga.
Melalui edukasi ini, masyarakat diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Panggilan yang baik bukan hanya mempererat hubungan suami istri, tetapi juga menjadi ladang pahala dan cerminan keindahan ajaran Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....