Jangan Mudah Percaya Mitos Tentang Rambut

  • 21 Feb 2026 09:37 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Berbagai informasi seputar perawatan rambut kerap beredar luas di masyarakat, mulai dari anggapan sering keramas menyebabkan rambut rontok hingga mitos bahwa memakai topi bisa memicu kebotakan. Padahal, tidak semua informasi tersebut benar secara medis. Sejumlah pakar kesehatan menegaskan pentingnya memilah antara mitos dan fakta agar tidak salah dalam merawat rambut.

Mitos pertama yang cukup populer adalah keramas setiap hari dapat menyebabkan rambut cepat rontok. Faktanya, menurut penjelasan para dermatolog dari American Academy of Dermatology (AAD), rambut yang rontok saat keramas umumnya memang sudah memasuki fase telogen atau fase istirahat dalam siklus pertumbuhan rambut. Keramas tidak secara langsung menyebabkan kerontokan, kecuali jika menggunakan produk yang tidak cocok atau menggosok rambut terlalu keras.

Mitos berikutnya menyebut bahwa mencabut satu helai uban akan membuat uban tumbuh semakin banyak. Secara ilmiah, uban muncul akibat berkurangnya produksi melanin pada folikel rambut. Informasi dari Mayo Clinic menyebutkan bahwa mencabut uban tidak membuat uban lain bertambah, tetapi kebiasaan tersebut bisa merusak folikel rambut dan berisiko menimbulkan peradangan pada kulit kepala.

Anggapan bahwa memakai topi dapat menyebabkan kebotakan juga masih sering dipercaya. Padahal, kebotakan lebih banyak dipengaruhi faktor genetik dan hormon, terutama dihydrotestosterone (DHT). Penjelasan dari National Institutes of Health (NIH) menyebut androgenetic alopecia atau kebotakan pola pria dan wanita berkaitan erat dengan faktor keturunan. Topi baru berpotensi menimbulkan masalah jika jarang dibersihkan sehingga memicu infeksi kulit kepala.

Selain itu, ada pula mitos yang menyarankan rambut harus disisir hingga 100 kali sehari agar sehat dan kuat. Faktanya, menyisir secara berlebihan justru dapat menyebabkan rambut patah dan meningkatkan risiko kerusakan batang rambut. Para ahli dermatologi menyarankan menyisir secukupnya, terutama untuk merapikan rambut dan membantu mendistribusikan minyak alami dari kulit kepala.

Mitos lain yang tak kalah populer adalah memotong rambut dapat membuatnya tumbuh lebih cepat. Padahal, rambut tumbuh dari akar di bawah kulit kepala, bukan dari ujungnya. Menurut penjelasan medis yang dipublikasikan oleh Cleveland Clinic, memotong rambut hanya membantu menghilangkan ujung bercabang sehingga rambut terlihat lebih sehat, tetapi tidak memengaruhi kecepatan pertumbuhan.

Para ahli kesehatan kulit menekankan bahwa menjaga kesehatan rambut sebaiknya dilakukan dengan pola hidup seimbang, asupan nutrisi yang cukup seperti protein, zat besi, dan vitamin, serta penggunaan produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit kepala. Menghindari stres berlebihan juga berperan penting dalam menjaga siklus pertumbuhan rambut tetap normal.

Dengan memahami fakta ilmiah dari sumber terpercaya, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Edukasi berbasis sains menjadi kunci agar perawatan rambut dilakukan secara tepat dan tidak merugikan kesehatan kulit kepala dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....