Pentingnya Pola Asuh Adil dalam Keluarga

  • 18 Nov 2025 12:44 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Penyuluh KB Ahli Madya BKKBN, Abdurahman Nango, menegaskan bahwa pola pengasuhan dalam keluarga memiliki pengaruh besar terhadap terbentuknya rasa keadilan pada anak. Menurutnya, banyak orang tua tidak menyadari bahwa ketidaktepatan dalam pola asuh dapat menciptakan ketidakadilan di tingkat rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa apa yang diharapkan orang tua sering kali berbeda dengan apa yang mereka lakukan. “Ketika pola asuh tidak tepat, dampaknya muncul pada tumbuh kembang anak. Saat dewasa, kemampuan mereka bersikap adil kepada orang lain bisa menjadi keliru,” ujarnya.

Abdurahman kemudian memberi contoh sederhana mengenai bagaimana persepsi anak cepat terbentuk dari tindakan maupun ucapan orang tua. Ia menuturkan kisah seorang anak kecil yang disalahkan atau ditakut-takuti dengan cara yang tidak tepat, bahkan hingga menimbulkan pemahaman baru yang keliru tentang tubuh orang dewasa dan kehamilan.

“Hal-hal kecil yang sering dianggap lucu itu sebenarnya ikut membentuk cara anak melihat dunia. Di sinilah pentingnya orang tua berhati-hati dalam mendidik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengasuhan harus mengikuti perkembangan zaman, sejalan dengan ajaran Nabi untuk mengajari anak sesuai masanya. Abdurahman menekankan pentingnya membangun nilai keadilan melalui hubungan yang akrab dan penuh dialog antara orang tua dan anak. Menjadikan anak sebagai sahabat, menurutnya, memungkinkan anak melihat langsung bagaimana ayah dan ibu bersikap adil baik kepada dirinya maupun saudara-saudaranya. “Nilai keadilan tidak cukup diajarkan, tetapi harus dicontohkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdurahman menyoroti perlunya kolaborasi antara ayah dan ibu dalam pengasuhan. Ia menilai masih banyak keluarga yang menyerahkan seluruh urusan rumah tangga kepada ibu, sementara ayah hanya fokus mencari nafkah. Padahal, menurutnya, pengasuhan dan pendidikan anak merupakan tugas bersama. Sosok ayah, terutama, harus hadir sebagai teladan yang membangun stabilitas dan harmoni keluarga.

Ia juga mendorong orang tua untuk terus belajar melalui kelompok-kelompok pembinaan keluarga, serta melihat perilaku anak dari sudut pandang perkembangan, bukan hanya dari sisi kesalahan. Dengan cara itu, Abdurahman meyakini keluarga dapat melahirkan generasi yang lebih adil dan mampu berinteraksi secara sehat dalam lingkungan sosialnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....