Sanggul Tradisonal Warisan Turun Temurun di Indonesia

  • 10 Nov 2024 21:02 WIB
  •  Gorontalo


KBRN Gorontalo : Sejak zaman Mesir kuno, pria dan wanita memiliki kebiasaan mencukur rambut kepala hingga bersih. Praktik ini dilakukan karena alasan keagamaan, untuk menghadapi panasnya cuaca, serta demi menjaga kebersihan.


Mereka kemudian mengenakan rambut palsu (sanggul) untuk acara-acara khusus. Raja Prancis Louis XIII dan putranya juga memakai sanggul karena mengalami kebotakan.


Perkembangan mode pada zaman itu membuat sanggul semakin populer di Eropa dan dikenal di seluruh dunia. Selain sebagai elemen fashion, sanggul juga digunakan untuk menunjukkan status sosial.


Sanggul tradisional pun secara turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang Bangsa Indonesia. Ada jenis sanggul digunakan pada acara tertentu atau acara resmi.


Bentuk sanggul berbeda-beda di setiap daerah atau suku, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Berikut adalah berbagai jenis sanggul yang dihimpun dari beberapa sumber, di antaranya:


1. Sanggul Ukel Tekuk

Dahulu, sanggul umum digunakan di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sanggul ini menandakan bahwa seseorang telah melewati masa kanak-kanak dan mulai menginjak masa dewasa.


2. Sanggul Pusung Tangel Bali

Sanggul klasik adat Bali dipakai oleh wanita yang telah bersuami. Sanggul ini memiliki makna kesiapan bagi perempuan dalam menjalankan berbagai kewajiban dan aktivitas di masyarakat.


3. Sanggul Timpus Sumatera Utara

Timpus dalam Bahasa Batak memiliki arti membungkus. Sanggul ini tak hanya untuk merapikan rambut, tetapi juga sebagai penyimpanan alat-alat, misalnya daun sirih. Daun sirih pada sanggul berguna sebagai hiasan dan mengencangkan konde.


4. Sanggul Simpolong Tattong Sulawesi Selatan

Simpolong berarti sanggul, sedangkan tattong artinya berdiri. Sanggul pengantin Suku Bugis ini memiliki bentuk yang menyerupai tanduk, yang diartikan sebagai penghargaan kepada pengantin.


5. Sanggul Ciwidey Jawa Barat

Pada masa Kerajaan Sumedang, sanggul ini kerap disebut sanggul kesundaan, sanggul pasundan, atau sanggul kebesaran. Sanggul ini biasanya ditambah dengan perhiasan berupa cucuk gelang.


6. Sanggul Ukel Konde Solo, Jawa Tengah

Sanggul ini termasuk populer dikenakan saat acara resmi, terutama acara besar di Indonesia. Berawal dari putri Solo di zaman dahulu, yang biasanya berambut panjang, sehingga mereka menggelung rambut untuk memudahkan melakukan aktivitas.(Sumber Berita : Suara Merdeka Surabaya)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....