Media Sosial Efektif Lestarikan Bahasa Gorontalo
- 07 Agt 2026 11:58 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Media sosial dinilai menjadi sarana yang efektif untuk mengenalkan sekaligus melestarikan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Melalui konten digital yang dikemas secara kreatif, bahasa daerah tidak hanya lebih mudah dipelajari, tetapi juga mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Content Creator Tri Agung Purnama atau yang lebih dikenal sebagai Bang Sans, dalam program Obrolan Hirameya di Studio Programa 4 RRI Gorontalo, Rabu 6 Agustus 2026 malam. Pria asal Desa Karang Bandung, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu dikenal melalui konten belajar dialek Gorontalo dengan aksen Sunda yang diunggah di berbagai platform media sosial.
Ia mengaku mulai membuat konten pada Agustus 2025. Awalnya, konten tersebut dibuat hanya untuk mengisi waktu sekaligus membantunya mempelajari dialek Gorontalo. Selama tinggal di Gorontalo sejak 2021, ia merasa masih kurang berinteraksi dengan masyarakat sehingga belum terbiasa memahami logat dan pengucapan bahasa setempat.
Konten pertamanya sempat menuai beragam tanggapan dari warganet. Tidak sedikit yang memberikan komentar negatif, namun banyak pula yang menganggap konten tersebut menghibur sekaligus memberikan dukungan agar ia terus berkarya. Pengalaman itu justru menjadi motivasi untuk terus memperkenalkan bahasa Gorontalo melalui media sosial.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam mempelajari bahasa Gorontalo terletak pada pelafalan dan intonasi yang berbeda dengan bahasa Sunda yang cenderung lembut. Untuk mengatasinya, ia memilih metode belajar dengan mendengarkan dan menghafalkan lirik lagu berbahasa Gorontalo sehingga lebih mudah memahami pengucapan dan aksennya.
Ia juga mengungkapkan bahwa di daerah asalnya, banyak generasi muda yang masih bangga menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengajak masyarakat Gorontalo, terutama generasi muda, agar tidak malu menggunakan bahasa Gorontalo sebagai bahasa ibu karena merupakan identitas sekaligus warisan budaya yang harus dijaga.
Menurutnya, media sosial memiliki jangkauan yang luas dan didominasi oleh generasi muda sehingga menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan bahasa daerah. Konten kreatif, seperti video belajar bahasa Gorontalo maupun bahasa daerah lainnya, dinilai mampu membuat proses belajar menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Di akhir obrolan, ia berharap semakin banyak kreator konten yang mengangkat bahasa Gorontalo di media sosial. Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya. Jika semakin banyak generasi muda yang menggunakannya, maka bahasa Gorontalo akan tetap hidup dan budaya daerah pun dapat terus lestari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....