Gula Merah Atinggola, Kualitas Terjaga Produksi Menyusut

  • 05 Agt 2026 10:38 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Gula Aren Atinggola, produk khas Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, telah lama dikenal sebagai salah satu gula aren berkualitas tinggi di Indonesia. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada cita rasa yang manis dan legit, tetapi juga karena telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) sebagai bentuk pengakuan resmi atas keaslian dan kualitas produknya.

Ketua Lembaga Indikasi Geografis (LIG) Gula Aren Atinggola, Gasim Bait, dalam Dialog Tamu Kita RRI Gorontalo, Senin 3 Agustus 2026, menjelaskan bahwa tradisi menyadap nira pohon aren merupakan warisan leluhur masyarakat Atinggola yang telah berlangsung secara turun-temurun. Hingga kini, proses pembuatan gula merah masih mempertahankan cara tradisional tanpa campuran bahan lain.

Menurutnya, keunggulan Gula Aren Atinggola terletak pada rasa yang manis, legit, tanpa rasa asam, memiliki aroma khas, serta tingkat kepadatan yang sempurna. Seluruh produk dibuat dari 100 persen air nira pohon aren murni sehingga menghasilkan kualitas yang konsisten dan menjadi ciri khas yang sulit ditemukan pada produk sejenis dari daerah lain.

Perjuangan memperoleh pengakuan Indikasi Geografis dimulai sejak tahun 2018. Setelah melalui proses penilaian yang cukup panjang oleh tim ahli, sertifikat resmi baru diterbitkan pada tahun 2021 oleh Kementerian Hukum dan HAM. Penilaian tersebut mencakup kualitas produk, karakteristik, reputasi, sejarah, hingga keterkaitan produk dengan wilayah asalnya.

Gasim menjelaskan, keberadaan gula aren bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Atinggola. Bahkan pada masa lalu, keluarga pengrajin gula aren dikenal memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik sehingga mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga ke jenjang sekolah menengah maupun perguruan tinggi.

Meski kualitas produk telah diakui, tantangan terbesar saat ini justru berada pada sisi kuantitas produksi. Berdasarkan hasil uji laboratorium Kementerian Hukum dan HAM di Bogor, kualitas Gula Aren Atinggola memenuhi standar yang sangat baik. Namun, jumlah produksinya terus mengalami penurunan akibat semakin meluasnya perkebunan jagung, berkurangnya petani penyadap aren, serta minimnya budidaya dan peremajaan pohon aren.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih melalui program pengembangan budidaya aren, penyediaan sarana produksi, hingga penguatan hilirisasi. Langkah tersebut dinilai penting agar produksi meningkat dan mampu memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Gasim optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, Gula Aren Atinggola dapat semakin dikenal hingga pasar internasional sebagai produk unggulan Gorontalo yang memiliki nilai budaya, ekonomi, dan kualitas yang tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....