Gula Merah Gorontalo Simpan Peluang Besar
- 05 Agt 2026 07:36 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Komoditas gula aren atau gula merah di Provinsi Gorontalo dinilai memiliki prospek ekonomi yang semakin menjanjikan. Selain menjadi produk pangan tradisional yang telah dikenal luas, gula aren juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Rina Agustina Thayeb, dalam dialog tamu kita, senin 3 agustus 2026 menjelaskan bahwa luas potensi tanaman aren di Gorontalo pada 2025 mencapai sekitar 3.077 hektare. Dari potensi tersebut, produksi gula aren mencapai 430,84 ton. Sementara pada Semester I Tahun 2026, produksi telah mencapai 220,85 ton dengan sentra produksi terbesar berada di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Bone Bolango.
Menurutnya, pohon aren merupakan tanaman multifungsi yang dapat menjadi sumber pangan sekaligus sumber ekonomi masyarakat. Air nira dapat diolah menjadi gula aren, gula semut, sirup, maupun berbagai makanan tradisional. Selain itu, buah mudanya dapat diolah menjadi kolang-kaling, sedangkan batangnya menghasilkan tepung yang berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif.
Kabupaten Gorontalo Utara menjadi wilayah dengan potensi terbesar karena memiliki kawasan perbukitan yang didukung ketersediaan sumber air sehingga sangat sesuai untuk pertumbuhan pohon aren. Daerah ini juga telah lama dikenal sebagai sentra produksi Gula Merah Atinggola yang memiliki kualitas baik dan diminati masyarakat Gorontalo. Selain Gorontalo Utara, Kabupaten Bone Bolango juga memiliki potensi besar karena masih banyak kawasan hutan dan perbukitan yang ditumbuhi pohon aren alami.
Potensi serupa juga terdapat di Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, dan Boalemo. Namun sebagian besar pohon aren yang ada saat ini tumbuh secara alami dan telah berusia tua sehingga produktivitasnya mulai menurun. Kondisi tersebut mendorong perlunya program peremajaan tanaman dan pengembangan budidaya aren secara berkelanjutan.
Rina menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi petani saat ini bukan terletak pada pemasaran, melainkan pada aspek budidaya. Hingga kini belum tersedia teknologi budidaya aren yang mampu menghasilkan tanaman dengan waktu panen dan produktivitas yang seragam. Karena itu, penyediaan bibit unggul serta pendampingan teknis melalui penyuluh menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas bahan baku.
Selain itu, pengembangan komoditas aren memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Mengingat pohon aren berada dalam kewenangan sektor kehutanan, sedangkan pengolahan nira menjadi gula merupakan kewenangan sektor perkebunan, maka sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci dalam mendukung budidaya, penyediaan sarana produksi, hingga peningkatan kualitas hasil olahan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap masyarakat tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan bernilai tambah. Dengan peningkatan produktivitas, kualitas, dan daya saing gula aren, komoditas lokal ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menembus pasar nasional hingga internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....