Teknologi Pertanian Dorong Produktivitas Petani

  • 16 Jun 2026 08:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian dan sumber utama pangan masyarakat Gorontalo. Sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Indonesia, Gorontalo terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian di tingkat petani. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Pertanian Kabupaten Gorontalo, Abdul Gias Sila, dalam Dialog Tamu Kita, Senin 15 juni 2026.

Menurut Abdul Gias, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) saat ini telah diterapkan hampir di seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen hingga pascapanen. Pada tahap pengolahan lahan, petani telah memanfaatkan traktor roda empat (jonder) maupun hand tractor roda dua untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mempercepat proses budidaya.

Pada sistem budidaya padi, sebagian petani juga mulai menggunakan mesin transplanter untuk penanaman. Selain itu, berbagai inovasi sederhana turut dikembangkan, seperti alat tanam berbahan pipa paralon yang membantu petani melakukan penanaman dengan lebih praktis dan hemat tenaga kerja. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu menjadi solusi atas semakin terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Namun demikian, pemanfaatan teknologi pertanian masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya adalah distribusi alsintan yang belum merata, minimnya perawatan terhadap bantuan alat yang telah diberikan pemerintah, serta keterbatasan modal petani untuk membeli peralatan pertanian secara mandiri.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, para penyuluh pertanian terus melakukan berbagai upaya pendampingan. Strategi yang dilakukan antara lain melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan penggunaan teknologi pertanian melalui Brigade Pangan, pendampingan lapangan, serta pembinaan kelompok tani agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan berkelanjutan.

Abdul Gias menjelaskan, momentum penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII Tahun 2026 di Gorontalo menjadi sarana penting untuk memperkenalkan berbagai inovasi pertanian modern kepada petani. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) yang mengintegrasikan mekanisasi pertanian, penggunaan varietas unggul, serta teknologi presisi guna meningkatkan produktivitas lahan. Program ini menjadi salah satu teknologi unggulan yang dipamerkan pada Gelar Teknologi Pertanian PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo.

Selain PM-AAS, berbagai inovasi lain juga diperkenalkan kepada petani, seperti teknologi surjan yang mengatur pemanfaatan lahan berdasarkan kontur ketinggian, dengan lahan tinggi ditanami hortikultura dan lahan rendah ditanami padi. Ada pula sistem minabek yang mengintegrasikan budidaya padi, ikan, dan ternak bebek dalam satu hamparan lahan sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi usaha tani.

Menurutnya, adopsi teknologi di tingkat kelompok tani menunjukkan perkembangan positif. Penggunaan benih unggul padi dan jagung bantuan pemerintah semakin meningkat, meskipun ketersediaan alsintan masih perlu ditambah. Sementara itu, tantangan yang dihadapi penyuluh dalam mendampingi petani meliputi keterbatasan akses teknologi, tingginya biaya alat pertanian, kurangnya pelatihan teknis, serta dampak perubahan iklim terhadap usaha tani.

Ia berharap penyelenggaraan PENAS KTNA XVII dapat menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian Gorontalo sekaligus membuka minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Melalui berbagai demonstrasi teknologi dan inovasi modern yang ditampilkan, PENAS diharapkan menjadi ajang transfer pengetahuan dan inspirasi bagi petani Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....