Minat Petani Hambat Pengembangan Umbi Lokal

  • 09 Jun 2026 09:42 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Umbi-umbian lokal memiliki potensi besar sebagai pangan alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di Gorontalo. Namun hingga saat ini, produksi komoditas tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan tanaman pangan utama seperti padi dan jagung.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Sri Lian Botutihe, dalam Dialog Tamu Kita yang membahas potensi umbi lokal sebagai sumber pangan alternatif, senin 06 juni 2026.

Menurut Sri Lian, jenis umbi-umbian yang saat ini terdata dan dibudidayakan masyarakat meliputi ubi jalar (atetela) dan ubi kayu (kasubi), Namun, sebagian besar budidaya masih dilakukan dalam skala kecil sehingga kontribusinya terhadap produksi pangan daerah masih terbatas.

Produksi ubi kayu dan ubi jalar saat ini lebih banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Pohuwato, terutama Kecamatan Popayato, Popayato Timur, Taluditi, dan Randangan. Selain itu, budidaya juga terdapat di Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo Utara. Meskipun hampir seluruh kecamatan di tiga kabupaten tersebut memiliki penanaman umbi-umbian, luas tanamnya masih relatif kecil.

Sri Lian menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam pengembangan umbi lokal adalah rendahnya minat petani untuk menanam komoditas tersebut. Banyak petani menilai keuntungan yang diperoleh dari budidaya umbi masih lebih rendah dibandingkan komoditas lain seperti jagung maupun padi.

Selain itu, minimnya industri pengolahan juga menjadi kendala yang cukup serius. Sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk segar atau mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif rendah. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya pemasaran dan harga jual yang kurang kompetitif.

Dari sisi dukungan pemerintah, Sri Lian mengungkapkan bahwa bantuan bibit unggul untuk tanaman umbi terakhir kali diberikan secara intensif pada tahun 2015. Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menyalurkan bantuan benih unggul ubi kayu sebagai upaya mendorong peningkatan budidaya. Namun, program tersebut masih menghadapi tantangan berupa rendahnya minat petani untuk mengembangkan tanaman ubi kayu.

Padahal, menurutnya, ubi kayu dan ubi jalar memiliki peluang pengembangan yang cukup luas karena mampu tumbuh dengan baik di lahan kering yang banyak tersedia di Gorontalo. Potensi ini dinilai dapat menjadi solusi dalam diversifikasi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Karena itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada petani dan masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis umbi lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan rumah tangga sekaligus melestarikan pangan lokal khas Gorontalo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....