Petani Dungaliyo Dukung Swasembada Pangan
- 12 Mei 2026 12:45 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Petani di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah melalui target swasembada pangan. Dukungan tersebut terlihat dari meningkatnya semangat petani dalam mengelola lahan pertanian jagung maupun sawah pada musim tanam tahun 2026.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dungaliyo sekaligus Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Momala, Risnawaty Mayang, dalam dialog “Tamu Kita” RRI Gorontalo, Senin 11 Mei 2026, mengatakan para petani turut merasakan manfaat berbagai program bantuan pemerintah. Bantuan tersebut di antaranya benih jagung, benih padi, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga subsidi pupuk yang disalurkan kepada kelompok tani.
Menurut Risnawaty, program bantuan dari pemerintah pusat pada awal tahun 2026 sangat membantu petani, khususnya kelompok petani padi dan sawah. Bantuan tersebut dinilai mampu mendorong keberlanjutan produksi pangan serta meningkatkan motivasi petani untuk terus menanam di tengah tantangan sektor pertanian.
Selain itu, petani jagung di wilayah Dungaliyo juga merasa bersyukur karena harga jual jagung tetap stabil. Harga pembelian jagung di tingkat gudang masih bertahan di kisaran Rp5 ribu per kilogram, sehingga petani masih memperoleh keuntungan yang cukup baik dari hasil panen mereka.
Meski demikian, dalam mencapai target penanaman melalui regu tanam, petani masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama yakni keterbatasan tenaga kerja pertanian, terutama saat musim tanam berlangsung serentak di beberapa desa. Kondisi ini menyebabkan proses penanaman membutuhkan waktu lebih lama.
Risnawaty juga mengungkapkan bahwa sebagian petani di Kecamatan Dungaliyo masih mempertahankan budaya dan kearifan lokal dalam menentukan waktu tanam. Tradisi tersebut dikenal masyarakat dengan istilah “panggoba”, yang hingga kini masih dijadikan pedoman oleh sebagian petani sebelum memulai penanaman.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah tenaga penyuluh pertanian juga menjadi tantangan tersendiri. Dari 10 desa yang ada di Kecamatan Dungaliyo, saat ini hanya tersedia 10 penyuluh lapangan. Bahkan, terdapat penyuluh yang harus menangani dua desa sekaligus, sehingga pendampingan kepada petani belum maksimal.
Risnawaty berharap pemerintah dapat terus meningkatkan dukungan bagi sektor pertanian, terutama melalui bantuan alat dan mesin pertanian. Untuk lahan sawah, petani sangat membutuhkan hand tractor dan combine harvester, sementara untuk lahan jagung diperlukan mesin pemipil dan mesin pemangkas guna meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas hasil pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....