Sawah Menyusut, Stok Beras Kota Gorontalo Tetap Aman

  • 05 Mei 2026 06:32 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo memastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat masih dalam kondisi aman meskipun luas lahan pertanian sawah terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut disampaikan Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Gorontalo, Suhendry Yahya dalam dialog bersama RRI Gorontalo, Senin 4 April 2026.

Suhendry mengatakan, berkurangnya luas lahan pertanian terutama lahan sawah menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan daerah. Namun demikian, pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi melalui koordinasi rutin dengan Perum Bulog, pasar tradisional, hingga jaringan ritel modern guna menjaga stabilitas pasokan dan distribusi beras di Kota Gorontalo.

Menurutnya, berdasarkan data terbaru April 2026, jumlah penduduk di Kota Gorontalo mencapai sekitar 1.263.405 jiwa. Dengan keterbatasan luas lahan pertanian yang tersedia, Kota Gorontalo belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan beras secara mandiri. Karena itu, pasokan beras masih sangat bergantung pada daerah penyangga di Provinsi Gorontalo seperti Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo, serta suplai dari luar daerah seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Pemerintah Kota Gorontalo sendiri telah menerbitkan sejumlah regulasi untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Salah satunya melalui Peraturan Wali Kota Gorontalo Nomor 44 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Gorontalo yang mengatur kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dalam aturan tersebut, kawasan LP2B ditetapkan seluas sekitar 251 hektare yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kota Utara, Kota Timur dan Sipatana. Selain itu, terdapat pula Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Gorontalo yang menjadi dasar pengendalian pemanfaatan ruang termasuk perlindungan lahan pertanian.

Suhendry menegaskan, Pemerintah Kota Gorontalo tetap berkomitmen mempertahankan lahan pertanian yang masih ada agar tidak terus beralih fungsi. Edukasi juga terus dilakukan kepada para pemilik lahan supaya tetap mempertahankan lahan pertanian mereka agar tetap produktif dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas lahan pertanian sawah di Kota Gorontalo mengalami penurunan dari 741 hektare pada tahun 2024 menjadi 725 hektare pada tahun 2025. Penyusutan tersebut dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya pembangunan infrastruktur, pertumbuhan kawasan permukiman, serta meningkatnya kebutuhan lahan perkotaan.

Kondisi ini dinilai menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah ke depan. Selain menjaga agar produksi beras lokal tidak terus menurun, pemerintah juga harus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan lahan pertanian yang semakin sempit. Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, petani, pelaku distribusi pangan dan masyarakat dapat menjaga ketahanan pangan Kota Gorontalo tetap stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....