Gorontalo Surplus Beras di tengah Penyusutan Lahan

  • 04 Mei 2026 22:05 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan ketersediaan beras daerah masih dalam kondisi aman meskipun luas lahan pertanian di sejumlah wilayah terus mengalami penyusutan. Produksi gabah Gorontalo pada tahun 2025 tercatat meningkat hampir 20 persen dibanding tahun sebelumnya, sehingga mampu menjaga surplus beras daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady Mario mengatakan, jika dikonversi menjadi beras, total produksi Gorontalo diperkirakan mencapai sekitar 157 ribu ton. Jumlah tersebut melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat Gorontalo yang berada di angka sekitar 143 ribu ton per tahun.

Dalam dialog “Tamu Kita” yang digelar secara virtual melalui Zoom, Senin 4 Mei 2026, Muljady menjelaskan surplus produksi itu menjadi bukti bahwa Gorontalo masih mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Bahkan, sebagian stok beras dari Gorontalo masih dapat disuplai ke daerah lain yang membutuhkan.

Meski demikian, kondisi berbeda terjadi di Kota Gorontalo. Saat ini sebagian kebutuhan beras masyarakat kota masih dipenuhi dari daerah lain karena produksi lokal yang terbatas. Selain itu, luas lahan sawah di Kota Gorontalo juga terus berkurang akibat alih fungsi lahan.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas lahan pertanian sawah di Kota Gorontalo menurun dari 741 hektar pada tahun 2024 menjadi 725 hektar pada tahun 2025. Penyusutan lahan tersebut dinilai menjadi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Muljady menegaskan menjaga kecukupan beras sangat penting karena beras masih menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Walaupun terdapat alternatif pangan lain sebagai substitusi, sebagian besar masyarakat tetap memilih nasi sebagai sumber pangan utama sehari-hari.

Untuk menjaga kecukupan beras, pemerintah terus melakukan berbagai upaya intensifikasi pertanian. Langkah tersebut dilakukan melalui pemberian pupuk bersubsidi, distribusi benih unggul bermutu dan bersertifikat, serta mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian melalui program brigade alsintan yang dapat diakses dan dipinjam oleh petani. Dari total target 32 ribu hektar lahan, sekitar 21 ribu hektar di antaranya telah menerima bantuan benih unggul.

Selain intensifikasi, pemerintah juga menjalankan program ekstensifikasi melalui penambahan luas areal tanam, termasuk rencana cetak sawah baru di Kabupaten Pohuwato. Upaya lain dilakukan melalui optimalisasi lahan pertanian seperti pembangunan perpompaan, irigasi, perpipaan, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier guna meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....