Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa

  • 29 Apr 2026 16:49 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pemerintah terus memperkuat pembangunan ekonomi berbasis desa sebagai langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan nasional. Salah satu program unggulan yang kini menjadi perhatian adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang dirancang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Program nasional tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi masyarakat, mulai dari keterbatasan akses layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, hingga rendahnya daya beli warga desa. Kehadiran koperasi ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pemerataan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka mengatakan, program tersebut diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang turut dibarengi dengan rekrutmen 30 ribu manajer koperasi profesional di seluruh Indonesia. Menurutnya, sumber daya manusia yang kompeten menjadi kunci utama agar koperasi dapat berjalan secara efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam dialog “Tamu Kita” di RRI Gorontalo, Selasa 28 april 2026, Fayzal menjelaskan bahwa Provinsi Gorontalo mendapat dua program nasional strategis, yakni KDKMP dan program Makanan Bergizi Gratis. Khusus KDKMP, Gorontalo saat ini memiliki sebanyak 729 koperasi desa dan kelurahan yang telah terbentuk secara kelembagaan.

Ia mengungkapkan, Gorontalo bahkan menempati urutan ketiga secara nasional dalam hal pemenuhan kelembagaan KDKMP. Dari total koperasi yang ada, sekitar 215 koperasi telah memasuki tahap pembangunan gerai, sementara 30 gerai lainnya telah rampung 100 persen dan tinggal menunggu proses peresmian serta operasional.

Menurut Fayzal, setiap desa nantinya memiliki satu KDKMP dengan tujuh layanan usaha yang disesuaikan dengan potensi desa masing-masing. Setiap gerai dibangun dengan ukuran 20x30 meter di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. Di dalamnya tersedia gudang, etalase produk desa, apotek, hingga ruang praktik dokter guna mendukung pelayanan masyarakat secara terpadu.

Ia mencontohkan, jika suatu desa memiliki potensi pertanian jagung, maka KDKMP akan menampung hasil panen petani agar harga tetap stabil dan petani tidak mengalami kerugian akibat permainan pasar. Selain itu, koperasi juga akan membantu pengaturan distribusi gas LPG subsidi agar penyalurannya tepat sasaran kepada masyarakat melalui agen dan distributor resmi yang terdaftar di koperasi desa.

Fayzal menambahkan, seluruh KDKMP nantinya akan terkoneksi secara nasional melalui sistem Simkopdes. Dengan sistem tersebut, antar koperasi dapat melakukan transaksi dan distribusi kebutuhan pangan antar daerah. Ia menegaskan, koperasi merah putih merupakan milik masyarakat desa itu sendiri, termasuk melalui unit usaha simpan pinjam yang dapat dimanfaatkan anggota koperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....