BESTI “LIMEHU” Desa Talulobutu Selatan Resmi Diluncurkan

  • 30 Jan 2026 18:32 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo semakin diperkuat melalui inovasi kolaboratif lintas sektor. Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggagas program Bele Mo’o Sehati (BESTI) sebagai rumah pemulihan gizi yang kemudian diperkuat melalui kerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gorontalo sebagai Orang Tua Asuh (OTA).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui launching BESTI “LIMEHU” sebagai desa percontohan GENTING di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Selasa, 27 Januari 2026 bertepatan dengan momentum Hari Gizi Nasional.

Program Bele Mo’o Sehati (BESTI) merupakan inovasi Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dirancang untuk menangani stunting, gizi buruk, gizi kurang, serta balita dengan berat badan tidak naik. Program ini memberikan intervensi gizi intensif berbasis pangan lokal, edukasi parenting, serta pengasuhan anak non-PAUD selama tiga bulan.

Kehadiran Program GENTING dari Kemendukbangga/BKKBN memperkuat BESTI melalui pendekatan gotong royong dengan melibatkan Orang Tua Asuh, khususnya dalam pemenuhan gizi dan pendampingan keluarga pada fase krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Nama “LIMEHU” sendiri merupakan akronim dari Lincah, Inovatif, Menarik, Energik, Hidup, dan Unggul.

Kepala Desa Talulobutu Selatan, Mahdi Yusuf, menyampaikan bahwa kehadiran BESTI “LIMEHU” sangat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pencegahan stunting. Setiap hari anak-anak asuh mendapatkan pemenuhan nutrisi melalui menu Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari kudapan pagi dan sore hingga makanan utama. Selain itu, anak-anak juga difasilitasi ruang bermain yang mendukung perkembangan motorik dengan pendampingan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Ketua IDI Gorontalo, Muhammad Isman Jusuf menjelaskan, peluncuran Bele Mo’o Sehati “LIMEHU” merupakan wujud nyata kolaborasi tiga aktor utama, yakni Dinkes P2KB dengan inovasi BESTI, BKKBN dengan Program GENTING, serta IDI melalui program desa binaan cegah stunting.

“Kerja bersama seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan berjalan sendiri-sendiri karena memiliki sasaran dan tujuan yang sama. Jika dalam tiga bulan anak-anak asuh dapat keluar dari risiko stunting, maka model ini akan direplikasi ke desa binaan lainnya di enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

IDI Gorontalo juga menghadirkan dokter spesialis anak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak dengan masalah kesehatan penyerta, sehingga intervensi yang diberikan lebih komprehensif.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Diano Tino Tandaju menegaskan, sinergi lintas sektor ini merupakan implementasi konkret Program GENTING yang berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.

“Melalui Bele Mo’o Sehati, kita ingin memastikan anak-anak tidak hanya kenyang, tetapi tumbuh sehat, cerdas, dan optimal. Inilah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang dinilainya solid dan bebas dari ego sektoral. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat desa, serta terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita).

Dari sisi penerima manfaat, orang tua anak asuh merasakan dampak positif program ini. Sasmita Saleh mengungkapkan bahwa anaknya menunjukkan perubahan signifikan setelah mengikuti BESTI “LIMEHU”.

“Anak saya dulu susah makan dan kurang aktif. Setelah ikut program ini, sekarang nafsu makannya sudah mulai bagus dan lebih ceria,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Suryani yang merasakan manfaat edukasi pengasuhan.

“Kami tidak hanya dibantu soal bagaimana memberikan makanan bergizi kepada anak melalui pangan lokal, tetapi juga diajarkan cara mengasuh yang perlu diterapkan di rumah, dan saya sudah mulai menerapkannya,” katanya.

Rangkaian kegiatan launching ditutup dengan penandatanganan pernyataan kesiapan IDI Gorontalo sebagai Orang Tua Asuh Program GENTING. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bone Bolango, Dinas P3APKB Kabupaten Bone Bolango, Camat Tapa, Kepala Puskesmas Tapa beserta jajaran, serta para orang tua anak asuh Program BESTI “LIMEHU”.

Melalui kolaborasi ini, Bele Mo’o Sehati “LIMEHU” diharapkan menjadi model intervensi stunting terpadu yang dapat direplikasi hingga tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....