Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Percetakan Sawah di Pohuwato
- 24 Jan 2026 15:18 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO – Pangdam XIII/Merdeka melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, agar ke depan kerja sama serta koordinasi dapat berjalan semakin baik.
Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada dukungan terhadap program pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan, khususnya pengembangan percetakan sawah baru. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh berbagai pihak, termasuk personel TNI yang tergabung dalam Kodim 1313/Pohuwato.
Kabupaten Pohuwato merupakan salah satu daerah di Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi pertanian cukup luas. Hal ini didukung oleh respons positif masyarakat, khususnya para petani, serta keterlibatan aktif personel TNI dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Pada tahun sebelumnya, wilayah ini juga telah melaksanakan panen serta penanaman kembali benih padi.
Terkait hal tersebut, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, mengatakan bahwa peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung progres dan capaian pelaksanaan program percetakan sawah yang dikerjakan oleh Kodim 1313/Pohuwato.
Selain itu, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, menjelaskan bahwa luas lahan percetakan sawah di Desa Motolohu, khususnya di lokasi yang ditinjau, mencapai 39,74 hektare dan akan ditanami padi sawah.
“Saat ini pekerjaan tinggal pada tahap persiapan pengolahan lahan. Sebagian lahan sudah diolah dan tinggal menunggu proses penanaman. Insyaallah, akhir Januari atau minggu pertama Februari sudah bisa dilakukan penanaman setelah pengolahan lahan selesai,” ungkap Kamri Alwi.
Ia menambahkan, kendala yang masih dihadapi saat ini adalah saluran pembuang. Namun pihaknya berharap Balai Wilayah Sungai Sulawesi dapat segera menangani hal tersebut, mengingat kondisi ini menjadi salah satu keluhan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....