Sulitnya Akses Modal Jadi Tantangan Petani di Gorontalo

  • 04 Okt 2025 23:41 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Para petani di Gorontalo menghadapi berbagai tantangan serius dalam upaya meningkatkan hasil produksi panen. Salah satu tantangan utama yang menjadi hambatan yaitu terbatasnya akses terhadap permodalan. Minggu (5/10/2025).

Salah satu pelaku pertanian sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Jamaludin Hamid mengatakan, para petani kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian yang disalurkan oleh pemerintah melalui lembaga perbankan.

Selain proses pengajuan yang dinilai rumit dan memakan waktu, persyaratan agunan atau jaminan membuat sebagian petani tidak dapat mengakses fasilitas kredit tersebut.

"KUR pertanian memang ada, tapi itu tidak termanfaatkan dengan maksimal. Pengajuan yang berbelit, apalagi jika ada agunan, membuat petani sulit untuk mendapatkan modal melalui perbankan," kata Jamaludin.

Di sisi lain, jika harus meminjam modal dari tengkulak, bunga pinjaman yang tinggi justru membuat beban pengembalian menjadi sangat besar dan memberatkan petani.

Tantangan permodalan ini diharapkan menjadi perhatian serius dari pemerintah, agar ke depan produksi pertanian, khususnya komoditas beras dan jagung di Provinsi Gorontalo, dapat terus meningkat. Jamaludin menyebut, biaya produksi yang harus ditanggung petani sejak masa tanam hingga panen, tergolong cukup besar.

"Mayoritas petani di Gorontalo ini merupakan petani penggarap, bahkan usianya tidak sedikit yang sudah diatas 50 tahun, sehingga mereka sangat sulit memenuhi kebutuhan modal secara mandiri," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....