Tanah Yang Bagus Menjadi Syarat Utama Bagi Petani Melon

  • 15 Jul 2024 08:24 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Pernyataan itu disampaikan petani melon di desa fiditan, tepatnya di jalan baru Kota Tual, Pak Keti, beberapa waktu lalu. Petani asal dari Makassar Sulawesi Selatan ini mengatakan, selama bertahun-tahun menjadi petani di fiditan, ini merupakan kali pertama mencoba menanam melon karena selama ini hanya menanam komoditas lain seperti semangka, padi , jagung, kacang hijau dan bawang merah. Setelah mencoba ditanam ternyata hasilnya cukup bagus dan memuaskan seperti komoditas lain.

Justru melon bisa dipanen dua kali dalam satu kali tanam dan dikatakan ukuran buah pada panen yang kedua cenderung kecil, tidak sama pada panen buah pertama yang cenderung besar-besar, tapi soal rasa tidak berubah tetap sama-sama enak dan manis.

Saat ditanya rri.co.id, apa yang membuat tertarik atau termotivasi menanam melon? Ia menjawab melihat jenis tanah cukup bagus, dan ini menjadi faktor utama, kemudian permintaan pasar cukup tinggi karena dinilai khusus di kepulauan kei yang membudidayakan melon masih sangat langka, dan terbukti para pedagang buah di pasar kota tual dan langgur, ketika masuk waktu panen mereka langsung datang di lokasi tanaman.

Pak keti pun mengatakan sistem pemasaran ini sangat mudah dan menguntungkan bagi dirinya, karena tidak repot antar ke pasar untuk jual sendiri. Sistem pemasaran seperti ini dia akan terus pertahankan walaupun tidak terlalu meraup keuntungan yang besar yang penting lancar dan tidak ribet. Walau tidak semuanya habis diambil oleh langganannya, sisanya sedikit bisa dia jual pada lapaknya sendiri, tepatnya di pinggir jalan raya depan lahan pertaniannya itu.

Perihal persiapan lahan dan teknik menanam, pak Keti menerangkan tidak memerlukan pengolahan lahan yang sempurna, karena penanaman dilakukan di lahan bekas tanam padi atau tanaman lain, sehingga hanya dibuat saluran – saluran air sedalam 30 cm. Kemudian dibuat bedengan – bedengan dengan lebar 1 meter, panjang sesuai dengan panjang lahan. Di atas bedengan diberi jerami padi sebagai mulsa. Setelah bedengan siap dan sudah diberi jerami sebagai mulsa kemudian dibiarkan beberapa waktu sambil menunggu penanaman.

Sehari sebelum penanaman lahan digenangi air. Penggenangan cukup dilakukan pada saluran – saluran diantara bedengan. Setelah tergenang sekitar 5 jam kemudian air dikeluarkan dari lahan melalui saluran pembuangan. Penggenangan ini bertujuan supaya tanahnya tetap lembab sampai penanaman sehingga kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi.

Selanjutnya tanah digali untuk lubang tanam, bibit yang sudah diseleksi dipindah tanam sekalian dengan media tanamnya yakni bulatan tanah. Untuk tanaman baru ini, tindakan yang rutin adalah penyiraman. Selama 1 minggu tanaman disiram sehari 2 kali yaitu pada pagi dan sore hari. Selanjutnya hanya disiram jika tanahnya kering. Jarak tanam yang digunakan yakni 0,7 m x 4 m. Dalam 1 hektar tanah, potensi jumlah bibit yang ditanam yakni mencapai 3500 batang tanaman melon .

Untuk pemupukan, pak Keti pun menerangkan, sehari sebelum penanaman lahan digenangi air. Penggenangan cukup dilakukan pada saluran – saluran diantara bedengan. Setelah tergenang sekitar 5 jam kemudian air dikeluarkan dari lahan melalui saluran pembuangan. Penggenangan ini bertujuan supaya tanahnya tetap lembab sampai penanaman sehingga kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi. Diakuinya tanaman hortikultura yang istimewa atau salah satu jenis buah yang banyak digemari masyarakat. Buah melon yang belakangan ini menjadi salah satu pilihan masyarakat, Hal ini dikarenakan selain rasanya yang manis, juga memiliki masa penyimpanan yang cukup lama. Harga melon masih terjangkau oleh masyarakat luas. Budidaya melon bisa dilakukan di lahan tersendiri yang khusus diperuntukkan untuk budidaya melon.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....