AMPUH Tak Sekedar Slogan, TNI AU 'Serbu' Lampung

  • 16 Jun 2024 09:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Lampung: Kesibukan rutinitas pagi masyarakat di kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, pada Selasa (11/6) pagi, tiba-tiba terusik. Mereka dikagetkan dengan gelegar suara sejumlah jet tempur yang terbang di atas kepala mereka dan suaranya seolah merobek langit.

Pesawat-pesawat tersebut tiba-tiba terbang menukik, dan sejenak kemudian langsung melesat kembali ke atas. Beberapa detik setelahnya…. bummm….terdengar bertubi-tubi suara ledakan yang disertai bola api dan asap hitam.

Jet tempur F16 Fighting Falcon TNi AU saat meluncurkan puluhan bom untuk menghancurkan sasaran. (Foto-foto: Dispenau)

Jet tempur itu ternyata merupakan pesawat F-16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 TNI AU. Puluhan bom dan roket yang diluncurkan dari pesawat-pesawat itu sukses menghancurkan sasaran

Tak lama berselang, tiga helikopter H-225 Caracal terbang mendekat ke medan tempur yang masih diliputi asap hitam. Heli itu kemudian terbang rendah dan menurunkan sejumlah prajurit Kopasgat dengan menggunakan Teknik Fast Roping.

Dengan sigap dan tangkas, pasukan elit TNI AU itu melakukan operasi pembebasan tawanan sekaligus operasi SAR Tempur. Padahal suara rentetan senapan mesin dan dentuman bom masih menggelegar di sana sini.

Prajurit Kopasgat turun dari Helikopter H-225 Caracal dengan teknik Fast Roping.

Itulah suasana latihan tempur TNI AU dengan sandi “Jalak Sakti Koopsud 1” dan “Trisula Perkasa Kopasgat”. Latihan ini berlangsung di Air Weapon Range (AWR) Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Selasa, (11/6/2024).

Dalam latihan itu diskenariokan, sebuah bandara di salah satu daerah perbatasan Indonesia, diduduki pasukan musuh. TNI AU kemudian mengerahkan pesawat tempur, prajurit Kopasgat dan unsur-unsur pendukung lainnya untuk merebut kembali bandara tersebut.

Latihan yang digelar Komando Operasi Udara (Koopsud) 1 ini terbilang lengkap dan besar, karena tak hanya melibatkan pesawat tempur saja. Tapi juga pesawat lain seperti Hercules C-130, CN 295, pesawat Intai B 737, Helikopter Super Puma, Caracal dan Colibri.

Kemudian operasi tempur darat dilakukan oleh Satbravo 90 dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), serta didukung dukungan delapan Satuan Tugas (Satgas). Yaitu Satgas Hanud, Satgas Dukungan Operasi, Satgas Intelijen, Satgas Komlek, Satgas Info, Satgas Khusus, Satgas Kesehatan dan Satgas Teritorial.

Pesawat Hercules menerjunkan pasukan Kopasgat untuk merebut pangkalan musuh.

Latihan tersebut merupakan Operasi Militer Perang (OMP) dalam bentuk Operasi Udara Gabungan. Latihan ini akan dijadikan sebagai bahan tolok ukur untuk melihat sejauh mana tingkat kesiapan dan profesionalisme seluruh Satuan.

“Latihan ini untuk menguji kesiapan serta interoperabilitas konsep operasi udara gabungan dalam OMP. Juga untuk menguji implementasi Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) di satuan jajaran Koopsud I dan Kopasgat,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen)TNI AU, Marsma TNI Ardi Syahri dalam keterangan tertulisnya.

Latihan juga bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan satuan jajaran Koopsud I dan Kopasgat, dalam merencanakan serta melaksanakan strategi operasi udara. Khususnya untuk menghadapi kemungkinan kontijensi yang mungkin terjadi di wilayah tugasnya sebagai perisai NKRI wilayah barat.

Kasau Marsekal TNI Tonny Harjono (tengah) menyaksikan dengan cernat setiap aksi temput para prajuritnya.

Aksi para Ksatria Langit TNI AU dalam melumpuhkan dan menghancurkan sasaran itu membuat decak kagum siapapun yang menyaksikannya di sana. Tak hanya pimpinan TNI AU, tapi juga para pejabat daerah serta masyarakat yang rela berpanas-panasan untuk menyaksikan latihan itu.

Senyum lebar dan raut bangga terlihat jelas di wajah Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Bahkan Kasau tak ragu mengungkapkan rasa bangga terhadap para prajuritnya itu kepada wartawan.

“Latihan ini saya nilai berhasil, sasaran hancur semua dan yang paling penting terwujud Safety dengan tercapainya Zero Accident. Latihan ini menggambarkan kekuatan dari Koopsud I dan Kopasgat, serta bentuk pertanggungjawaban TNI AU kepada rakyat,” ujar Kasau.

Bagi setiap prajurit TNI, latihan bukan sekedar rutinitas, tapi merupakan suatu bentuk kesejahteraan. Karena kesejahteraan yang paling hakiki bagi prajurit adalah latihan, sehingga kemampuan mereka dapat terpelihara dengan baik

Antusiasme masyarakat menyaksikan latihan perang TNI AU di Air Weapon Range Lanud Pangeran Bun Yamin, Kab Tulang Bawang.

Latihan dapat mengasah keterampilan prajurit, uji coba senjata dan sekaligus untuk mengecek tingkat pemeliharaan senjata. Sehingga setiap prajurit dapat selalu siap setiap saat untuk ditugaskan dimanapun juga, untuk kepentingan Bangsa dan Masyarakat Indonesia.

Selain itu, Bagi TNI AU, Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa ini juga merupakan salah satu bentuk perwujudan slogan AMPUH. Ini merupakaan akronim dari Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis, yang dibuat Marsekal Tonny Harjono saat dilantik menjadi Kasau.

Lewat slogan AMPUH ini, Tonny seolah ingin menegaskan visi dan misinya sebagai orang nomor satu di TNI AU. Yaitu ingin menjadikan TNI AU sebagai kekuatan yang adaptif mengikuti perkembangan teknologi dan perkembangan situasi nasional, regional, maupun global.

Pada Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa itu, TNI AU tak hanya unjuk kemampuan saja. Mereka juga menunjukkan jati dirinya sebagai tentara rakyat yang selalu Humanis.

Selain melakukan latihan Operasi Militer Perang (OMP), para prajurit TNI AU juga melakukan operasi territorial. Operasi ini juga seolah menjadi ciri khas TNI saat melakukan latihan tempur, yang tak pernah meninggalkan kegiatan tanpa melibatkan masyarakat.

Kasau Marsekal TNI Tonny Harjono menyerahkan paket sembako bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area latihan.

Kegiatan itu diantaranya pemberian sembako kepada warga yang tinggal disekitar Lanud M. Bun Yamin. Bahkan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono turun langsung bertemu masyarakat dan memberikan bantuan sembako itu.

Sejumlah pejabat TNI AU yang hadir dalam rangkaian kegiatan itu diantaranya Dankodiklatau Marsdya TNI Arief Mustof dan Kaskoopsudnas Marsda TNI Donald Kasenda. Kemudian ada pula Pangkoopsud I Marsda TNI Mohammad Nurdin, DanKopasgat Marsda TNI Yudi Bustami.

Selain itu hadir pula jajaran Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung dan Kabupaten Tulang Bawang. Seperti Kapolres , Dandim, Kejaksaan dan Bupati Kabupaten Tulang Bawang, serta pejabat Provinsi Lampung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....