Mulus Melaju, Whoosh untuk Transportasi Indonesia Maju
- 09 Mar 2024 14:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wus.... Itulah kata yang tepat menggambarkan kesan pertama menaiki Kereta Cepat Whoosh.
Saat kereta bergerak hingga kecepatan 350 km/jam, tubuh merasakan sensasi berbeda. Tubuh yang sedikit tertarik menekan sandaran kursi menjadi salah satu sensasi saat menaiki Whoosh.
RRI berkesempatan merasakan sensasi pengalaman perjalanan luar biasa cepat Jakarta-Bandung menggunakan Whoosh pada awal Oktober 2023. Melalui Whoosh Experience Program, kami diperkenalkan dengan operasional layanannya yang akan dijalankan nantinya kepada publik.
"Jadi Whoosh Experience itu adalah kita mengajak masyarakat untuk menggunakan kereta cepat tanpa berbayar, promo program gratis, tidak dikenakan biaya, sampai dengan pertengahan bulan Oktober nanti. Namun, memang kita sudah mulai menerapkan proses bisnis yang sama dengan pada saat berbayar," kata General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa yang ditemui di Stasiun Halim.
"Contohnya, tiket tidak boleh hilang. Nama gak boleh diganti. Jadi kalau mereka sudah daftar melalui link, namanya sudah diinput, nah ketika dia sudah di loket mengganti nama itu tidak bisa," katanya.
RRI memulai perjalanan Whoosh dari Stasiun Halim Jakarta pada pagi hari. Tiket berbubuhkan QR sudah di tangan dan kami pun menuju gerbang masuk Whoosh.
Mendekati gerbang, satu model kereta Whoosh sepanjang delapan meter dipajang KCIC. Tak ayal lagi, puluhan pengguna Whoosh menjadikannya sebagai sarana berswafoto ria.
Ponsel pintar di genggaman mereka mengabadikan pose-pose terbaik. Ada yang berdiri di samping dan depan model Whoosh itu.
Pose jempol dan telunjuk ditempel berbentuk hati dan tanda jari "V" menjadi favorit hari ini. Tua, muda, hingga anak-anak tak luput dari tangkapan kamera ponsel beragam model.

Sebagiannya bahkan harus menanti giliran demi mendapatkan spot yang diinginkan. Sementara, pengeras suara memberitahukan penumpang agar mulai mengantre di pintu masuk keberangkatan.
Jadwal perjalanan kian mendekat. Antrean ratusan pengguna Whoosh Experience Program tampak mengular di empat tempat.
Saat giliran RRI tiba di tempat masuk, tiket tidak diperiksa petugas. Kami hanya perlu memasukkannya ke slot tiket yang disediakan di gerbangnya.
Slot ini sekaligus menjadi pintu masuk ke area khusus penumpang yang sudah memiliki tiket. Begitu tiket diselipkan di slot dan muncul di slot konfirmasi, palang gerbang di hadapan otomatis membuka.
Berikutnya, melalui tangga berjalan, seluruh penumpang diarahkan menuju Whoosh berada. Sebuah pemandangan menakjubkan muncul di hadapan ratusan penumpang.
Tampak kepala Whoosh berbentuk lonjong futuristik tengah diparkir di jalurnya. Memandangnya seolah membawa kita ke dunia masa depan yang kini ada di hadapan. Strip berwarna merah menyala di atas dan sisi-sisi Whoosh memberi kesan kokoh dan penuh semangat.
Sejumlah penumpang tidak mengabaikan kesempatan ini untuk kembali berswafoto atau mengambil video, bahkan vlog. Ini membuat petugas harus mengingatkan pengguna agar tidak terlalu dekat dengan sisi peron dan kereta. Petugas mengingatkan hal itu demi menjaga keselamatan penumpang sekaligus keamanan kereta berteknologi modern ini.
Waktu menunjukkan pukul 08.40 WIB, menjelang keberangkatan kami yang dijadwalkan pukul 08.45 WIB. Kami memasuki kereta Whoosh melalui pintu yang sudah terbuka.
Di dalamnya, kami mendapati suasana yang tenang dan nyaman. Kursi-kursi ergonomis berjejer tiga-dua rapi di dalam kereta, seolah mengajak kami segera merebahkan diri.
Kami menempati tempat duduk sesuai yang tertera di tiket kelas Premium Economy. Tidak seluruh kursinya terisi.
Meskipun kelas ekonomi, ruang kakinya lega dan posisi kursinya gampang diubah-ubah sesuai selera. Ini memberikan rasa nyaman tambahan dengan kemudahan menyelonjorkan badan.
"Selamat datang di Kereta Cepat relasi Jakarta-Bandung dengan pemberhentian Stasiun Padalarang, dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Tegalluar. Kami yang bertugas atas nama PT KCIC mengucapkan terima kasih." Demikian bunyi pengumuman lembut dari awak kabin, sesaat sebelum Whoosh berangkat.
Tepat pukul 08.45 WIB, Whoosh mulai bergerak perlahan meninggalkan Stasiun Halim Jakarta. Benak dipenuhi tanya akan seperti apa perjalanan ini.
Di sisi lain, perjalanan ini menjadi loncatan pengalaman baru tidak saja bagi RRI, tapi juga masyarakat. Pengalaman menaiki moda transportasi baru ini akan mengubah cara masyarakat bepergian. Rasanya seperti mengawali sebuah petualangan yang menarik.
Benar saja, kami mulai merasakan bagaimana Whoosh memenuhi julukannya. Kereta ini memang melesat sangat cepat.

Suara hentakan roda kereta berbunyi 'jeglek, jeglek' tidak terdengar, termasuk guncangannya, seperti umumnya kereta api biasa. Raungan mesin lokomotif menarik kereta-kereta di belakangnya juga tidak terasa.
Sepanjang perjalanan, suara Whoosh mendesir halus, layaknya desingan kipas angin tengah berembus. Memandang ke luar jendela, kita disuguhkan pemandangan menakjubkan lainnya.
Objek-objek terdekat, seperti tiang, lampu, dan rel, seolah berlari sekelebatan mata sejak Whoosh bergerak lima menit pertama. Ini mendeskripsikan "whoosh", yang dalam bahasa Inggris berarti sesuatu bergerak sangat cepat.
Whoosh merupakan akronim 'Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat' yang berasal dari ide Presiden Joko Widodo. Nama tersebut kini dilekatkan pada kereta cepat rute Jakarta-Bandung itu.
Selama perjalanan, beberapa penumpang berfoto dan mengabadikan momen mereka di dalam Whoosh. Tentu saja, karena ini pengalaman tak terlupakan yang patut dibagikan kepada handai tolan dan keluarga.
Rico, warga Rawamangun, Jakarta, memanfaatkan kesempatan menaiki Whoosh sambil membawa sepeda lipatnya. Ia kagum dengan waktu tempuh Whoosh yang singkat untuk jarak Jakarta-Bandung yang mencapai 142,3 kilometer.
"Saya sejujurnya baru nyobain kali ini. Cepat banget. Kalau (dibilang-red) nyaman, nyaman," kata Rico saat diwawancarai RRI.
Ia merupakan salah satu pegowes yang selalu menantikan inovasi PT KAI untuk para pegowes, termasuk PT KCIC. Dan, perjalanannya kali ini termasuk ingin menjajal bagaimana Whoosh cukup layak dinaiki para pegowes.
"Saya sehari-hari ke kantor juga dari rumah pakai sepeda, tapi gak lipat, yang road bike. Kalau bepergian naik KRL, LRT, MRT, termasuk ini, saya cobain ternyata ampuh naik sepeda lipat. Dihormati petugas, dikasih akses naik lift," kata Rico, seraya mengatakan Whoosh menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan sepeda lipat.
Iqbal, warga Jakarta, membandingkan pengalamannya ketika menaiki Shinkansen Jepang dan mengatakan kenyamanan menggunakan Whoosh hampir sama. Ia kagum dengan kehadiran Whoosh yang dapat menjadi alternatif moda transportasi masyarakat.
"Untuk fasilitas yang tadi enggak ada jadi ada, itu bagus sekali untuk Indonesia. Kalau di negara maju, biasanya kereta cepat itu complementary untuk transportasi udara," kata Iqbal.
"Karena transportasi udara, kita tahu sendiri, kan enggak simpel dan agak jelimet gitu. Kita mesti keluar kota ya kan, terus bergelut dengan macet. Kalau ini kan agak dekat dengan tengah kota," katanya.
Penjelasan Iqbal mencerminkan satu lagi keunggulan Whoosh: lokasi strategis dekat dengan pusat kota. Untuk diketahui, Stasiun Whoosh Halim di Jakarta Timur merupakan salah satu dari banyak titik kepadatan di Jakarta.
Perjalanan Jakarta-Bandung dengan Whoosh tidak sekadar pilihan moda transportasi lebih cepat, tetapi juga nyaman bagi berbagai kalangan. Pengalaman tersebut dibagi keluarga Rizki dari Bandung yang mencoba Whoosh dari Stasiun Tegalluar.

Rizki memboyong istrinya, Tesa, dan dua putrinya, Zahra (6) dan Maryam (4). Mereka membenarkan menaiki Whoosh menjadi pengalaman yang menyenangkan buat mereka sekeluarga.
"Alhamdulillah dapat tiket uji coba kereta Jakarta-Bandung. Kita dari Stasiun Tegalluar ke Halim," kata Rizki.
"Untuk perjalanannya cukup lumayan cepat, kalau dilihat ini sekitar 30 menitan. Di dalam keretanya pun berasa nyaman, enggak bising, dan enggak goyang-goyanglah," katanya.
Ia mengatakan mereka baru pertama kali merasakan pengalaman menaiki kereta cepat. Zahra, anak tertuanya, juga mengungkapkan rasa nyamannya saat menaiki Whoosh.
"Cepet," kata Zahra saat menanggapi pertanyaan RRI tentang kesannya menaiki Whoosh.
"Kalau untuk bawa balita itu rekomen yah, karena kalau balita itu kalau terlalu lama di jalan bakalan ada rewelnya. Sedangkan kalau ini cepet, gak kerasa," kata Tesa, istri Rizki.
"Mereka juga enjoy, karena pemandangannya tuh cepet. Jadi slide-nya mereka ngelihatnya mungkin seru gitu ya," kata Tesa lagi.
Untuk ketepatan waktu, data PT KCIC menunjukkan waktu pencapaian nyaris 100 persen dalam dua bulan pertama beroperasi komersial. Data 17 Oktober hingga 17 Desember menunjukkan ketepatan waktu keberangkatan Whoosh mencapai 99,9 persen.
Pada sisi kedatangan, ketepatan waktunya juga mencapai 95 persen dari keseluruhan perjalanan. PT KCIC mengatakan rata-rata kelambatan pemberangkatan dari stasiun awal hanya 0,1 detik saja dari total 1.869 perjalanan.
Baca Juga: Beroperasi Dua Bulan, Ketepatan Keberangkatan Whoosh 99,9 Persen
Menurut General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa, satu rangkaian Whoosh memiliki delapan kereta. Setiap kereta berkapasitas 661 tempat duduk dan dibagi menjadi kelas Premium Economy, Business, dan First Class.
"VIP itu, dari 661 (kursi-red), ada 18 tempat duduk. Kemudian yang kedua ada Business Class. Business Class itu ada 28 tempat duduk. Kemudian, yang paling banyak itu Premium Economy ada 555 ketersediaan tempat duduk," kata Eva, Kamis (5/10/2023).

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada perbedaan kenyamanan dalam menaiki Whoosh dari tiga kelas tersebut. Menurutnya, perbedaannya hanya pada penambahan fasilitas dan keleluasan tempat duduk.
"Kalau untuk Premium Economy itu, komposisinya itu tiga-dua kursinya. Kalau untuk Business Class itu dua-dua. Kalau First Class itu ada yang sendiri, ada yang berdua, tapi dengan luasan tempat duduk yang lebih besar," ujar Eva.
Kenyamanan tersebut juga dapat dinikmati para penumpang difabel, karena pihak KCIC telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung. Eva mengatakan selain menyediakan jalur khusus dan lift, gerbang tiket memiliki luas yang cukup untuk pengguna kursi roda.
"Dan yang pasti adalah pada saat ada kebutuhan-kebutuhan khusus, kita melakukan sistem petugas yang wajib standby untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan apa yang diperlukan oleh pengguna-pengguna yang mungkin berkebutuhan khusus tersebut," kata Eva.
Peminat moda transportasi Whoosh juga stabil. Hingga awal Februari, KCIC menjelaskan peminatnya selalu di atas 60 persen dari total ketersediaan tempat duduk.
Baca Juga : Peminat Whoosh Masih Positif di Atas 60 Persen
"Jumlah perjalanan terus ditingkatkan secara bertahap dari awalnya 14 perjalanan reguler per hari di Oktober, 28 perjalanan di November, dan 40 perjalanan per hari sejak bulan Desember. Bahkan, di momen tertentu seperti akhir pekan dan musim liburan, perjalanan Whoosh dapat mencapai hingga 48 jadwal per hari," ujar Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, Selasa (5/3/2024).
Pilihan Transportasi Massal
Whoosh mulai beroperasi secara komersial pada 18 Oktober 2023 setelah didahului serangkaian program pengalaman pelanggan dan promo. Dalam tiga bulan lebih beroperasi, jumlah pengguna yang dilayani telah mencapai dua juta penumpang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, Selasa (5/3/2024). Dwiyana menjelaskan pencapaian hingga dua juta penumpang ini membuktikan KCIC berhasil mengajak pengguna transportasi pribadi ke transportasi massal.
Baca Juga : Penumpang Whoosh Capai Dua Juta dalam Tiga Bulan
Kemacetan di jalan raya juga dapat ditekan karena banyaknya masyarakat yang beralih ke Whoosh. Pengalaman tersebut dibagikan Hendi, pensiunan pegawai swasta, warga Bojong Koneng Atas, Cikutra, Bandung, Jawa Barat.
"(Naik mobil-red) 2,5 jam kalau lancar. Dulu pernah 10 jam saat pembangunan Japek elevated (tol MBZ-red). Macetnya luar biasa, bisa 10 jam itu," kata Hendi, Sabtu (2/3/2024).
Menggunakan mobil, menurut Hendi, waktu tempuhnya tidak dapat diprediksi, terutama saat mendapati kemacetan atau hujan. Sementara, menggunakan kereta Argo Parahiyangan dengan tujuan serupa memakan waktu sekitar tiga jam.
Guncangan selama perjalanan menggunakan Argo Parahiyangan juga cukup terasa, sehingga tidak nyaman bagi orang yang memasuki usia lansia. Bagi Hendi, yang sering mondar-mandir Jakarta-Bandung 1-2 kali sepekan, Whoosh menjadi pilihan terbaik.
"Stasiun Bandung sampai Stasiun Halim satu jam, bagi saya sangat membantu untuk keperluan-keperluan yang waktunya ketat. Sebagai konsumen, Bandung-Jakarta sudah sangat dekat, malah mungkin lebih cepat," katanya.
"Kalau di ujung Jakarta ke ujung yang lain kan bisa satu jam, bisa dua jam. Jadi serasa satu kotalah Bandung-Jakarta dengan Whoosh ini, tiga puluh menit."

Harga tiket Whoosh, menurutnya, juga cukup layak jika membandingkan dengan waktu tempuhnya. PT KCIC memang menerapkan skema harga dinamis (dynamic pricing) sejak 3 Februari yang membuat tarif Whoosh fleksibel.
Eva menjelaskan harga tiket dinamis itu berkisar Rp150.000-Rp175.000. Tarif dinamis ini cukup membantu meningkatkan pemesanan sebesar 16 persen dibandingkan Januari.
Dengan skema ini, pengguna Premium Economy dapat memperoleh tarif murah pada jam-jam khusus. Eva juga membenarkan 48 persen penumpang Whoosh merupakan pengguna kendaraan pribadi yang biasa bepergian Jakarta-Bandung dalam satu hari.
"Banyak penumpang yang memanfaatkan Whoosh pagi dari Halim, kemudian berlibur di Bandung, dan kembali ke Jakarta di malam hari," ujar Eva, Selasa (9/1/2024).
Baca Juga : Budaya Baru, Bepergian Sehari Jakarta-Bandung dengan Whoosh
Hendi berharap moda transportasi seperti Whoosh juga dapat dibangun pada lokasi yang jaraknya lebih jauh dari Bandung. Menurutnya, kereta cepat akan lebih dirasakan manfaatnya saat menempuh jarak lebih panjang.
"Mungkin karena keterbatasan dana (jadi bertahap-red), seperti Cina, dimulai juga dengan jarak kira-kira Jakarta-Bandung juga. (Ini-red) bisa mengurangi kepadatan di udara. Padat juga yang saya dengar traffic-nya di atas," kata Hendi.
Ia juga mengharapkan pemerintah dapat menyiapkan SDM dari putra-putri terbaik bangsa ini dengan lebih cepat. Ia mengatakan Indonesia agak terlambat menyiapkan SDM-nya dalam menyambut kehadiran perdana kereta cepat.
"Kirim saja 100 orang Indonesia untuk ambil S2 di Cina untuk kereta cepat, bisa Kementerian Perhubungan, INKA, KAI. Jangan tanggung-tanggung gitu lho. Kita kan investasi sudah sangat besar."
/8zeiukfn39kowdh.jpeg)
Fenomena kemacetan hampir selalu terjadi di semua kota besar di Jawa yang dimonopoli kendaraan pribadi. Presiden Joko Widodo mengatakan penyebabnya karena tingginya jumlah orang yang secara finansial kuat kemudian memilih membeli kendaraan pribadi.
Para penduduk kota kemudian menggunakan kendaraan pribadi mereka secara luas, sementara transportasi umum dan massal ditinggalkan. Hal ini menjadi penyebab utama kemacetan di jalan-jalan utama di kota-kota besar di Jawa.
Dampaknya tidak hanya terasa pada tingkat kemacetan, tetapi juga kualitas udara dan efisiensi transportasi secara keseluruhan. Karena itu, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik, termasuk Whoosh.
"Seperti di Jakarta, terus kita dorong, kita kenalkan yang namanya MRT, Subway, LRT yang juga baru saja selesai, ada juga kereta cepat, ada KRL, ada Trans Jakarta. Semua itu untuk mendorong masyarakat agar menggunakan transportasi umum dan meninggalkan transportasi pribadi," kata Joko Widodo saat meresmikan Terminal Pakupatan, Serang, Banten, Senin (8/1/2024).
"Di semua kota mestinya juga harus mulai berpikir ke arah sana. (Kita-red) menggunakan transportasi massal, menggunakan transportasi umum," katanya.
Dalam perjalanan singkat Jakarta-Bandung, RRI menyaksikan Whoosh mempersembahkan pengalaman luar biasa menggunakan transportasi publik kepada para penggunanya. Tidak hanya sarana transportasi, Whoosh menjadi simbol kemajuan moda transportasi Indonesia terkini.
Whoosh bukan sekadar sarana transportasi efisien, tetapi juga mewujudkan impian yang mengubah cara masyarakat bepergian. Dengan demikian, Whoosh kini menjadi bagian integral masa depan transportasi Indonesia yang massif, nyaman, dan cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....