Berhunsnudzon dan Memahami Love Language Allah SWT
- 17 Feb 2024 07:28 WIB
- Kediri
KBRN . Kediri: Melalui unggahan reel di Instagram pribadinya, Jum’at (16/2/2024), Ustadz Faishal Al Ghifari, S.Hum, Ketua Yayasan Nurhafa Husnul Khatimah Kota Bandung Jawa Barat mengatakan bahwa sesungguhnya ketika Allah mencintai hamba-NYA, maka Dia akan mengujinya dengan menghadirkan rasa sedih, rasa lelah, datangnya penyakit, hingga perasaan gelisah dan lain sebaginya, “ Dengan demikian, tatkala Allah sewaktu-waktu memberikan ujian kepada kita dengan apapun bentuknya, maka kita harus memahami dan meyakini bahwa Allah sedang berusaha menunjukkan love language atau bahasa cinta-NYA kepada kita. Harapannya, kita bisa berbaik sangka dengan Allah dan berbaik sangka atau berhusnudzon terhadap segala bentuk ketentuan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua tentunya, “ kata Fais, panggilan akrab Ustadz muda ini.
Fais juga menyampaikan bahwa kebahagiaan yang paling diidamkan oleh setiap orang adalah manakala ia bisa menggapai kesuksesan berkarier, kesuksesan menjaga marwah keluarga sehingga kehidupannya dipenuhi dengan cinta dari orang-orang terkasih. Namun lebih daripada itu, kebahagiaan yang diimpikan oleh setiap insan manusia adalah tatkala ia terlahir sebagai makhluk mulia yang disayangi oleh Allah SWT.
“Muslim yang taat akan berlomba-lomba mendapatkan perhatian dari Allah Ta’ala dengan cara terus mencari ridho-NYA melalui ibadah, bekerja dan berinteraksi dengan sesama manusia baik itu dalam lingkup keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa kesalehan manusia akan dapat merasakan kasih sayang sang Pencipta, “ terang Fais yang merupakan pengajar Bahasa Arab, Tahsinul Qiraah dan Kajian Umum Keislaman ini.
Ketika Allah SWT mencintai atau menyayangi hamba-NYA dengan sangat tulus, maka sangat dimungkinkan bahwa segala sesuatu yang ada disekitar hamba Allah tersebut akan turut mengikuti dan mengasihi dengan segenap hati. Namun yang harus dipahami, Rasulullah SAW pernah bersabda, “ Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah, “. (HR. Bukhari dan Ahmad). Musibah tidak selalu berkaitan dengan azab Allah yang ditimpakan kepada manusia, akan tetapi lebih pada ujian untuk menguji tingkat ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT.
Rudi Artopo, S.Pd., pengajar SD NU Insan Cendekia Ngadiluwih pun merespon unggahan reel IG Ustadz Fais. Ia menyebutkan bukti nyata lain ketika Allah ingin menyampaikan bahasa kasih-NYA kepada hamba-NYA yang taat adalah dibukanya pintu amal sholeh sebelum kematian. Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada hamba-NYA, maka Allah akan menjadikan hamba tersebut beramal sholeh sebelum wafatnya, dan menjadikannya senantiasa bertaubat kepada Allah SWT atas segala kesalahan dalam setiap nafasnya. “ Hingga pada suatu ketika seseorang muslim ditakdirkan oleh Allah meninggal dunia, maka ia akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan diampuni segala dosa-dosa yang diperbuat semasa hidup didunia. Maka sungguh sangatlah beruntung seorang hamba yang terpilih dan dicintai oleh Allah SWT, “ ujar Rudi kepada RRI Sabtu (17/2/2024).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....