Jasa Pijat Membawa Berkah
- 17 Jan 2024 16:10 WIB
- Jambi
KBRN,Jambi : Usaha kecil dan menengah tidak
hanya terbatas pada penjualan produk barang saja, tapi juga layanan jasa yang
diberikan oleh seseorang dengan keahlian tertentu kepada orang lain dengan
tarif tertentu yang telah ditentukan atau bahkan ada juga yang tidak menentukan
tarif, tapi dibayar berdasarkan kerelaan orang yang menerima jasa, contohnya
tukang pijat atau urut.
Layanan pijat/urut di Kota Jambi banyak ditemukan di berbagai tempat, mulai pijat reflexi sampai ke pijat tradisional, bahkan tidak jarang kita temukan spanduk-spanduk bertuliskan promo layanan jasa pijat/urut terpampang ditempat tertentu, bahkan di era digital seperti sekarang ini ada yang promonya dilakukan melalui media sosial.
Adalah Pak Selamet, biasa disapa Pak De, sehari-hari berprofesi sebagai tukang urut/pijat tradisional, berdomisili sekaligus membuka layanan jasanya di belakang Kuburan Cina, Kelurahan Rawasari Kecamatan Alam Barajo. Beliau berasal dari Ponorogo awal merantau ke Provinsi Jambi tahun 1980, Pak De menjalani profesi sebagai pekerja penyadap karet. Profesi itu digelutinya lebih kurang 10 tahun, sebelum akhirnya beralih profesi menjadi tukang pijat/urut.
"Dulu itu waktu habis nyadap karet perusahaan, banyak teman-teman yang capek entah kenapa teman-teman ini minta tolong saya ngurut. Ada yang ngasih duit habis urut, ada yang ngasih rokok juga, ada juga yang memberikan ucapan terima kasih. Seiring berjalan waktu ada juga orang datang minta bantu urut, entah dapat cerita dari mana mungkin dapat cerita dari mulut ke mulut mulai ramai orang dating kerumah Pak De. Rezeki mulai bertambah karena yang urut mulai banyak, terpaksa saya berhenti dari perusahaan. karena mulai susah ngatur waktu. Sampai sekarang"ujarnya.
Pria yang sudah dikaruniai 5 anak dan 6 cucu ini bersyukur karena dari profesi yang digelutinya ini ia bisa menyekolahkan kelima anaknya dan menafkahi keluarganya. Tiga diantara anak-anaknya sudah bekerja, dan semua bekerja di perusahaan tidak ada yang di pemerintahan. Ada yang kerja di Lampung, Kota Palembang, Kabupaten Sarolangun. Alhamdulillah sudah mandiri mas ujarnya.
Saat ditanya rata-rata berapa orang Pak De bisa ngurut dalam sehari, ia pun menjawab : "kalau dulu, sehari bisa ngurut sampai 20 orang, kadang 25 orang. Tapi sekarang saya batasi, pagi sampai siang 4 orang, habis istirahat siang sampai sore 4 orang. Kalau lebih dari itu terpaksa saya suruh datang besoknya. Soalnya capek, tenaga mulai kurang, maklum sudah tua" jawabnya.
Dari hasil menjual jasanya kini Pak De sudah memiliki rumah sendiri, punya kendaraan, punya tanah tidak jauh dari rumahnya yang dimanfaatkannya untuk kebun ubi, pisang, dan tanaman produktif lainnya yang dimanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. Dari Pak De kita bisa belajar, pekerjaan apapun jika ditekuni akan bisa merubah nasib kita menjadi lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....