Mengejar Cita-cita Menjadi Atlet Badminton Penuh Prestasi

  • 06 Des 2023 12:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

BADMINTON adalah olahraga menggunakan raket dan kok sebagai alatnya, bisa dimainkan secara perseorangan (single) ataupun ganda (double). Dalam dunia olahraga, banyak cerita yang begitu menginspirasi seperti perjalanan seorang anak menuju cita-citanya menjadi atlet.

Muhammad Fadhilah Akbar adalah seorang anak yang menjadi contoh dalam mewujudkan cita-citanya menjadi atlet dengan semangat, dedikasi dan kegigihannya dalam mengejar impian menjadi atlet badminton.

Akbar adalah anak dari pasangan Tri Mulyanto, pegawai swasta, dan Juminem, ibu rumah tangga. Akbar juga memiliki satu orang kakak.

Akbar yang masih berusia 13 tahun bercita-cita menjadi seorang atlet badminton terkenal. Segala usaha yang Akbar lakukan untuk mencapai mimpinya itu.

Awal mula Akbar suka badminton, karena sering ikut dan melihat bapaknya bermain badminton. Seiring berjalannya waktu Akbar mulai tertarik ingin mencoba bermain badminton sehingga menjadi hobi.

Setiap hari, Akbar berangkat ke sekolah pukul 06.00 untuk menimba ilmu hingga pukul 14.00 WIB. Akbar harus berangkat pagi-pagi dengan diantar ibunya menggunakan motor, karena jarak rumah Akbar ke sekolah sekitar 5 km.

Akbar adalah seorang anak yang rajin dan tekun dalam belajar. Setelah pulang sekolah, Akbar harus mempersiapkan dirinya untuk latihan badminton, Akbar latihan badminton pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Jarak yang ditempuh Akbar untuk sampai di tempat latihannya sekitar 8 kilometer dari rumahnya.

Semangat Akbar dalam belajar dan latihan badminton tidak pernah padam. Ia dengan tekun belajar dan dengan kegigihan latihan badminton, agar ia bisa mencapai cita-citanya.

“Untuk atlet-atlet pemula pasti biayanya lumayan, karena olahraga badminton ini bisa dibilang sebagai olahraga yang mahal dan membutuhkan biaya yang banyak,” ujar Bambang, pemilik gedung olahraga tempat Akbar berlatih.

Langit cerah menjadi saksi perjuangan Akbar. Ia setiap hari harus bolak-balik beberapa kilometer untuk mengikuti latihan badminton.

Meskipun perjalanan panjang itu membuatnya lelah, Akbar tidak pernah mengeluh. Ia selalu memegang erat mimpinya, dan setiap langkah yang diambilnya membawanya lebih dekat pada tujuannya.

Sampai pada suatu ketika, ada seorang pemuda yang melihat Akbar sedang latihan di tempat biasa ia latihan. Pemuda itu merasa kagum dengan kelincahan Akbar dalam bermain badminton, lalu mengajaknya ke suatu tempat.

Di sana, pemuda itu memperkenalkan Akbar kepada sebuah Tim Club yang bernama Belawa. Ternyata Pemuda itu adalah seorang pelatih Belawa yang bernama Mustofa.

Mustofa adalah pelatih yang sudah dikenal banyak orang. Dia memiliki anak didik yang sudah sukses menjadi atlet nasional terkenal, misalnya almarhum Syabda Perkasa Belawa, ada lagi Bagas Maulana dan Ihsan Maulana Mustofa.

Akbar saat meminta tanda tangan atlet badminton Pelatnas Cipayung, Ihsan Maulana Mustofa (Foto: Dokumentasi RRI)

Saat bertemu dengan Akbar, Mustofa tertarik untuk memasukkan Akbar ke Tim Belawa. Keesokan harinya, Mustofa mengajak Akbar untuk latihan serius dengan anggota tim yang lainnya karena akan ada turnamen badminton dalam waktu dekat.

Akbar yang mendengar hal itu pun senang dan latihan dengan gigih bersama teman-temannya. Hari yang dinanti pun tiba, Akbar dan kelima ikut turnamen badminton.

Akbar sangat semangat dalam bertanding dan berharap akan membuahkan hasil yang baik. Namun, kadang kenyataan tak seperti yang diharapkan.

Akbar kalah dalam pertandingan tersebut. Walaupun Akbar kalah, sang ibu dan pelatih sudah sangat bangga kepada Akbar karena permainanya sudah bagus dan meningkat dari sebelumnya.

“Kegagalan pasti ada, kalau lagi lomba terus kalah membuat saya emosi, marah-marah sendiri. Tetapi itu yang membuat memotivasi diri saya agar bisa lebih baik lagi,” ujar Akbar.

Akbar saat mengikuti turnamen bulu tangkis tingkat nasional (Foto: Dokumentasi RRI)

Salah satu kegagalan yang Akbar rasakan yaitu sulit mengontrol diri jika mengalami kekalahan, walaupun itu menjadi hal yang biasa, tetapi rasa kecewa pasti ada. Akbar tidak mudah putus asa kekalahan tersebut yang menjadikan motivasi dirinya.

Meskipun sering kali menjadi underdog (merujuk kepada pihak atau tim yang dianggap kurang diunggulkan atau memiliki peluang kecil untuk menang dalam suatu pertandingan atau kompetisi), Akbar tidak pernah menyerah. Setiap kekalahan di lapangan hanya menjadi bahan pelajaran yang membuatnya semakin kuat.

Akbar mempunyai sosok idola yaitu Lin Dan pemain bulu tangkis asal Tiongkok. Akbar melihat sosok Lin Dan karena semangat juangnya beliau keren, hebat, cara main beliau sangat cepat, dan lincah.

Berkat keuletannya, ia bisa berdiri di podium juara, dengan tepuk tangan meriah dari penonton, dan tentu saja, juara yang pernah diraih oleh Akbar yaitu Juara 1 O2SN, Juara 1 Bekasi Open dan Juara 3 Sayap Putih. Sering pula juara tarkam dan turnamen antarsekolah.

Namun yang pernah diraih semua ini, bukanlah akhir dari semua perjuangan Akbar. Masih banyak kejuaran lainnya yang harus Akbar tempuh agar bisa menjadi atlet yang terkenal.

Di balik setiap atlet yang sukses, terdapat tim pendukung yang kuat. Keluarga yang memberikan dukungan moral dan materi, serta pelatih yang memberikan arahan dan pembimbingan teknis, menjadi pilar penting dalam perjuangan seorang anak meraih cita-citanya.

“Untuk para atlet muda target untuk menjadi pemain nasional, trik-trik khususnya adalah latihannya harus lebih dari yang lain. Kalau yang lain dua jam, kita harus tiga jam bahkan harus lebih,” kata Mustofa.

“Saat latihan atlet juga harus memasukkan nominasi atau target. Shuttle run 30 kok harus 1 menit 30 detik, kemudian sprint 100 meter target 12 detik.”

Perjuangan Akbar tidak hanya sekadar meraih medali dan prestasi. Ia juga menjadi inspirasi bagi banyak anak-anak lain di luar sana khususnya di tempat latihannya, bagaimana harus bekerja keras kalau ingin jadi atlet berprestasi.

(Artikel ini ditulis Julia Aninda Putri, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, peserta program magang di RRI Pusat Pemberitaan)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....