Tatanggo, Bukit Teletubis Kayu Putih di Namlea Buru
- 06 Jan 2024 03:56 WIB
- Ambon
KOTA Namlea, ibukota Kabupaten Buru, terbentuk di atas lahan tanaman kayu putih yang luas keseluruhannya di Pulau Buru, mencapai 120 ribu hektar, menurut hasil riset.
Tanaman penghasil minyak kayu putih ini adaptif terhadap perubahan iklim, hingga tetap tumbuh, meski diekploitasi secara berlebihan, atau habis dilalap api menyusul cuaca ekstrim.
Faktanya, dampak dari kebakaran masif yang terus menerus terjadi, tidak serta merta memusnahkan ekosistemnya, terutama di kawasan perbukitan, justru bermetamorfosis menjadi padang savana yang disuksesi ilalang dan tanaman kayu putih.
Belakangan, fenomena unik ini dijadikan sebagai salah satu potensi daerah, dimana salah satu bukitnya yang dinamai Tatanggo, dibenahi sebagai objek wisata alam, dengan latar belakang perbukitan teletubis dan Teluk Namlea di sisi lain.
Penjabat Bupati Buru Djalaluddin Salampessy kepada RRI di Namlea menyebut, Bukit Tatanggo termasuk dalam rencana besar pengembangan destinasi wisata, untuk menggairahkan kunjungan wisatawan ke kabupaten bertajuk Bupolo.
"Tatanggo adalah bagian dari rencana pengembangan destinasi wisata yang akan terus kita dorong untuk menarik kunjungan wisatawan. Bentang alamnya yang indah, didominasi fenomena rerumputan hijau sejauh mata memandang," ujar Salampessy kepada RRI di ruang kerjanya, akhir Desember 2023.

Bukit Tatanggo berada di belakang Kota Namlea, kilometer satu. Posisinya juga tak jauh dari jalan raya, hingga mudah dijangkau oleh pelintas dari Dataran Waiapo maupun Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan.
Di sini terdapat ratusan anak tangga yang menunggu didaki, dan setelah tiba di puncak bukit, rasa lelah akan terbayarkan dengan pemandangan perbukitan yang menakjubkan.
Ani (19), salah satu pengunjung, kepada RRI di puncak bukit, menyebut waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit Tatanggo adalah sore hari, menjelang matahari terbenam. Namun fenomena sunset tidak terjadi setiap hari, karena tergantung cuaca.
"Di sini kalau sunset, suasananya sangat romantis dan syahdu, cocok untuk mereka yang hobi selfi. Tapi banyak juga yang datang bersama pasangan untuk menikmati romantisme senja di sini," ujar Ani, diamini tiga temannya, Ria, Amin dan Allan.
Amin, teman Ani, berharap, ke depan, kawasan ini disewakan kepada pihak swasta, agar infrastruktur wisata seperti gazebo, cafe dan warung makan dapat dibangun, untuk memuaskan pengunjung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....