Rupiah Makin Mendunia dengan QRIS Antarnegara
- 15 Sep 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Terobosan Bank Indonesia (BI) melakukan transformasi dan digitalisasi sistem pembayaran, membuat mata uang rupiah makin mendunia
- Inisiatif BI mengembangkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara memungkinkan warga Indonesia bertransaksi di luar negeri dengan mata uang rupiah
- Penggunaan QRIS Antarnegara memang jauh lebih praktis dibandingkan kalau bawa uang tunai. Selain itu, kurs yang ditawarkan juga cukup rasional, hampir sama jika dibandingkan membeli ringgit di money changer
RRI.CO.ID, Jakarta - Terobosan Bank Indonesia (BI) melakukan transformasi dan digitalisasi sistem pembayaran, membuat mata uang rupiah makin mendunia. Inisiatif BI mengembangkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara memungkinkan warga Indonesia bertransaksi di luar negeri dengan mata uang rupiah.
Dengan demikian, posisi mata uang rupiah juga semakin kuat di antara mata uang negara lainnya. Hal itu sejalan dengan program edukasi dan literasi rupiah yang dilakukan BI "Cinta, Bangga dan Paham Rupiah."
Selain itu, seiring dengan tema Festival Rupiah Berdaulat tahun 2026, yakni "Rupiah Berdaulat, Indonesia Bermartabat". Karena rupiah bukan sekedar alat pembayaran, tapi juga simbol kedaulatan negara yang menentukan martabat bangsa.
Implementasi QRIS Antarnegara atau QRIS Cross Border bukan hanya membuat mata uang rupiah lebih dikenal di berbagai negara. Tetapi dipercaya dan diperhitungkakan dalam transaksi keuangan antara negara.
Sejauh ini BI sudah berhasil meyakinkan sejumlah negara untuk bekerja sama mengimplementasikan sistem pembayaran dengan QR Code. Manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat, juga berdampak positif bagi perekonomian.
Itulah sebabnya, BI terus melakukan ekspansi implementasi QRIS Antarnegara ke sejumlah negara lainnya. Utamanya negara-negara yang memiliki hubungan perdagangan dan mobilitas pergerakan manusia yang tinggi dari dan ke Indonesia.
Mengapa Harus Memanfaatkan QRIS Antarnegara?

Inisiatif QRIS Antarnegara tidak lepas dari perkembangan teknologi digital dan perkembangan di sektor jasa keuangan. Termasuk tingginya penetrasi internet dan penggunaan gawai di kalangan masyarakat Indonesia.
Dulu, mungkin tidak terbayang kalau suatu saat orang bisa pergi ke luar negeri tanpa perlu membawa banyak uang tunai. Dulu, mungkin tidak terbayang bisa melakukan pembayaran di luar negeri hanya dengan memindai barcode menggunakan telepon genggam.
Dulu, mungkin tidak terbayang bisa membeli barang di luar negeri menggunakan rupiah langsung sesuai kurs mata uang negara setempat. Dulu sulit membayangkan, ke luar negeri tanpa harus menyiapkan uang dolar AS agar mudah ditukar di money changer.
Tapi sejak tahun 2022, apa yang mustahil di masa lalu menjadi kenyataan setelah BI meluncurkan QRIS Antarnegara. Untuk pertama kalinya sistem pembayaran menggunakan QRIS terhubung dengan negara Thailand.
Warga Indonesia yang berwisata ke Thailand atau sebaliknya, dapat melakukan transaksi keuangan dengan menggunakan QRIS Antarnegara. Transaksi bisa dilakukan secara real-time dengan menggunakan mata uang lokal masing masing sesuai kurs hari itu.
Tentu saja, transaksi menggunakan QRIS Antarnegara hanya bisa dilakukan antar bank yang sudah terkoneksi. Selain itu, saldo rekening yang ada di bank harus dipastikan cukup untuk melakukan pembayaran.
Dari situ saja sudah terlihat transaksi keuangan yang lebih cepat, efisien dan yang terpenting aman. Bandingkan kalau transaksi yang dilakukan ketika di luar negeri menggunakan kartu kredit misalnya, biayanya akan jauh lebih mahal.
Buat yang kalau wisata ke luar negeri hobi belanja, betapa repotnya harus ke money changer dan membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain rawan tindak kejahatan, juga rawan mendapatkan uang palsu.
QRIS Antarnegara menyederhanakan transaksi dan sistem pembayaran dengan menggunakan rupiah bagi orang Indonesia. Sehingga menggunakan QRIS Antarnegara juga bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap mata uang tertentu, khususnya dolar AS.
Hal itu memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional, termasuk pada upaya menjaga stabilitas mata uang rupiah dan sistem keuangan. Lebih dari itu kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS Antarnegara juga berpotensi meningkatkan perdagangan dan investasi.
Selain itu, dapat mendorong penguatan UMKM terutama di sektor pariwisata. Para wisatawan akan lebih mudah melakukan pembayaran saat membeli produk UMKM di suatu negara dengan menggunakan QRIS Antarnegara.
Perluasan QRIS Antarnegara

Saat ini, QRIS Antarnegara sudah dapat digunakan di enam negara. Yakni di Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan dan Tiongkok.
Berdasarkan data BI, transaksi QRIS Antarnegara terus meningkat setiap tahunnya. Nilai transaksi QRIS Antarnegara hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp2,71 triliun.
Nilai transaksi tersebut meningkat hingga 380 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu penggunaan QRIS oleh warga negara asing di Indonesia (inbound) mencapai 19,76 juta kali hingga Juli 2026.
Volume transaksi itu setara dengan USD326,3 juta atau sekira Rp5.9 triliun. Volume dan nilai transaksi QRIS Antarnegara diprakirakan akan terus meningkat, apalagi BI akan memperluas kerja sama QRIS Antarnegara.
Saat ini, BI sedang dalam proses memperluas kerja sama QRIS Antarnegara dengan India, Hong Kong dan Arab Saudi. Implementasi QRIS Antarnegara dengan Arab Saudi yang paling ditunggu mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang umrah dan haji sepanjang tahun.
Terkoneksinya QRIS Antarnegara dengan Arab Saudi, akan memudahkan jamaah bertransaksi saat di tanah suci. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan, ekpansi QRIS Antarnegara ke tiga negara tersebut masih dalam pembahasan.
“Karena implementasinya perlu mempertimbangkan kesiapan masing-masing negara. Baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri dan kordinasi dengan otoritasnya,” kata Filianingsih saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Juli 2026.
Ia berharap kerja sama QRIS Antarnegara dengan India, Hong Kong serta Arab Saudi segera terealisasi. Pembahasan kerja sama QRIS Antarnegara dengan India, juga sudah ditindaklanjut Gubernur BI, Destry Damayanti.
Laporan BI menyebutkan, di sela-sela pertemuan BRICS di Mumbai 9-10 September 2026, Destry melakukan pertemuan dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Sanjay Malhotra.
Pertemuan tersebut membahas percepatan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) Indonesia–India. Termasuk membahas tindak lanjut kerja sama konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara.
“Kerja sama itu menjadi salah satu langkah untuk menerjemahkan komitmen BRICS ke dalam konektivitas ekonomi dan keuangan. Komitmen yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Pengalaman Gunakan QRIS Antarnegara di Negeri Jiran

Pengalaman pribadi pertama kalinya menggunakan QRIS Antarnegara, sewaktu melakukan perjalanan ke Malaysia. Hampir semua transaksi dilakukan dengan menggunakan QRIS, mulai dari membeli tiket transportasi kereta, hingga jajan di kaki lima.
Memang masih ada beberapa tempat yang masih belum bisa betransaksi dengan QRIS. Tapi mayoritas sudah bisa menggunakan QRIS untuk pembayaran.
Penggunaan QRIS Antarnegara memang jauh lebih praktis dibandingkan kalau bawa uang tunai. Selain itu, kurs yang ditawarkan juga cukup rasional, hampir sama jika dibandingkan membeli ringgit di money changer.
Selama menggunakan QRIS di Negeri Jiran, nyaris tidak ada kendala koneksi. Sepanjang saldo di rekening bank mencukupi, transaksi dan pembayaran aman dan lancar.
Tetapi kemudahan pembayaran dengan sistem digital seperti QRIS Antarnegara, bisa membuat orang terlena. Dalam arti, kalau tidak bijak menggunakannya, belanja bisa tidak terkendali.
Dari pengalaman menggunakan QRIS Antarnegara itulah, baru terasa bangganya dengan rupiah. Karena saat berada di negara orang, dan kita ingin melakukan pembayaran, bisa menggunakan mata uang negara sendiri.
Harapannya, BI dapat mewujudkan kerja sama QRIS Cross Border dengan lebih banyak negara lagi. Sehingga memudahkan perjalanan ke penjuru dunia, tanpa harus dipusingkan dengan masalah penukaran uang, cukup menggunakan rupiah saja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....