Menjawab Mimpi, Masyarakat Batang Gembira Sambut Rumah Impian
- 31 Jul 2026 19:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Pagi itu, Kabupaten Batang terasa lebih hidup dari biasanya. Matahari baru saja naik ketika ratusan warga mulai berdatangan ke lokasi akad massal KPR subsidi. Ada yang membawa map berisi dokumen, ada yang menggandeng anak kecil, dan ada pula yang datang dengan langkah pelan namun penuh harapan. Di wajah mereka, tersimpan cerita panjang tentang menabung, menunggu, dan bermimpi memiliki rumah sendiri.
Di tengah suasana yang hangat itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Keduanya meresmikan pelaksanaan massal akad 62 ribu unit rumah subsidi yang tersebar di 165 titik pada 372 kabupaten/kota di 36 provinsi. Namun hari itu bukan hanya tentang rumah baru—melainkan tentang cara hidup baru.
Meutya berdiri di panggung, menyampaikan pesan yang berbeda dari biasanya. Ia tidak hanya berbicara tentang bangunan fisik, tetapi tentang masa depan yang terhubung. “Program pembangunan rumah rakyat harus diikuti dengan hadirnya konektivitas digital. Kami pastikan konektivitas aman di hunian baru,” ujarnya.
Di antara kerumunan, beberapa warga saling menatap. Kata “konektivitas” mungkin terdengar teknis, tetapi maknanya sangat dekat dengan kehidupan mereka. Internet bukan lagi fasilitas tambahan; ia telah menjadi bagian dari kebutuhan dasar, sama pentingnya dengan listrik dan air bersih.
Bagi keluarga muda, konektivitas berarti peluang kerja jarak jauh yang bisa dilakukan dari ruang tamu. Bagi ibu rumah tangga, itu berarti akses ke layanan kesehatan digital tanpa harus antre di puskesmas. Bagi anak-anak, itu berarti belajar daring tanpa harus mencari sinyal ke luar rumah. Dan bagi pelaku UMKM, itu berarti membuka toko kecil yang bisa menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia.
Di sisi lain lapangan, seorang remaja tampak menunjukkan brosur rumah kepada temannya sambil membicarakan rencana membuat konten digital dari kamar barunya. Tak jauh dari mereka, seorang ayah muda membayangkan bagaimana ia bisa mengikuti pelatihan daring untuk meningkatkan keterampilan kerja. Hunian baru itu bukan hanya tempat tinggal; ia adalah ruang untuk tumbuh bersama teknologi.
Meutya menyebut bahwa cakupan layanan 4G di kawasan permukiman telah mencapai sekitar 97,45 persen. Pemerintah juga terus memperluas akses fixed broadband sebagai fondasi transformasi digital nasional. Dengan jaringan yang semakin kuat, kawasan hunian baru akan menjadi titik awal ekosistem digital yang inklusif.
Ketika acara mendekati akhir, beberapa warga mulai berfoto di depan maket perumahan. Mereka tersenyum, bukan hanya karena mendapatkan rumah, tetapi karena mendapatkan kesempatan. Kesempatan untuk hidup lebih produktif, lebih terhubung, dan lebih siap menghadapi masa depan.
Di Batang hari itu, rumah bukan lagi sekadar bangunan. Ia adalah pintu menuju dunia baru—dunia yang terhubung, aman, dan penuh peluang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....