Perantau Asal Bangka Belitung Rasakan Ramainya Iduladha Pertama di Istiqlal

  • 27 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ipaz perantau asal Bangka Belitung pertama kali melaksanakan salat Iduladha di Masjid Istiqlal Jakarta tahun ini.
  • Ia merasakan suasana Iduladha di Jakarta jauh lebih ramai dengan ribuan jemaah memadati kawasan masjid sejak pagi
  • Meski tidak pulang kampung, Ipaz tetap memaknai Iduladha sebagai momen pengorbanan dan menjaga komunikasi bersama keluarga.

Perantau asal Bangka Belitung, Ipaz, merasakan pengalaman pertama menunaikan salat Iduladha di Masjid Istiqlal Jakarta tahun ini. Di tengah lautan jemaah yang memadati kawasan masjid sejak pagi, ia merasakan suasana Iduladha di ibu kota jauh lebih ramai dibandingkan kampung halamannya.

Ipaz mengatakan dirinya baru sekitar enam bulan bekerja dan menetap sementara di kawasan Jakarta Pusat bersama rekan perantauan lainnya. Ia bekerja di salah satu perusahaan BUMN dan memanfaatkan momen Iduladha untuk beribadah bersama ribuan umat Muslim di Masjid Istiqlal.

Sejak subuh, kawasan Masjid Istiqlal sudah dipenuhi jemaah yang datang dari berbagai daerah membawa sajadah dan perlengkapan ibadah masing-masing. Di tengah padatnya suasana pagi itu, Ipaz mengaku tiba sekitar pukul setengah enam dan masih mendapatkan tempat salat di lantai tiga.

Menurutnya, perbedaan paling terasa antara pelaksanaan salat Iduladha di daerah dan Jakarta terlihat dari jumlah jemaah yang begitu membludak memenuhi area masjid. Gemuruh takbir yang bersahutan dan padatnya barisan jemaah membuat suasana Iduladha di Jakarta terasa lebih semarak dibandingkan kampung halamannya.

“Perbedaannya apa ya, dari segi kuantitasnya lebih banyak di sini mungkin gitu. Terus lebih rame juga di sini,” ujar Ipaz kepada RRI.CO.ID sembari tersenyum.

Suasana ramainya halaman masjid Istiqlal usai Salat Iduladha, Rabu, 27 Mei 2026 (Foto: RRI/Sasa Haniyah)

Meski berada jauh dari keluarga, Ipaz merasa makna Iduladha tetap sama bagi seluruh umat Muslim di mana pun berada. Ia memaknai Iduladha sebagai pengingat tentang pengorbanan dan keteladanan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah agama dengan penuh keikhlasan.

“Kalau memaknai dari hari raya Idul Adha sendiri itu menurut saya ini merupakan hari yang di mana umat Islam yang memperingati kesadaran akan kurban, berkurban. Terus sejarah tentang Nabi Ismail yang mengorbankan anaknya, ada pengorbanan,” kata Ipaz.

Tahun ini menjadi pertama kalinya Ipaz merayakan Iduladha tanpa pulang ke kampung halaman bersama keluarga tercinta di Bangka Belitung. Ia memilih tetap berada di Jakarta karena waktu libur kerja yang terbatas dan berdekatan dengan akhir pekan.

Walaupun merayakan hari raya sendirian di perantauan, Ipaz tetap menjaga komunikasi bersama orang tua dan keluarganya melalui sambungan telepon. Ia mengatakan keluarganya di Bangka Belitung juga tetap melaksanakan kurban dan merayakan Iduladha bersama masyarakat sekitar dengan hangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....