Dari Nasi Uduk ke Baitullah, 13 Tahun Menabung Demi Berangkat Haji

  • 24 Apr 2026 06:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warga Kota Tangerang, Sri Mulyani berangkat menunaikan ibadah haji dari hasil menabung selama 13 tahun dengan berjualan nasi uduk
  • Kloter pertama jemaah haji Banten dimana seluruhnya asal Kota Tangerang telah diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi

USAI salat magrib di pelataran Masjid Raya Al-Azhom, cahaya lampu malam menimpa wajah Sri Mulyani yang tampak berseri. Senyumnya merekah tenang, memancarkan haru sekaligus syukur dari seorang perempuan 63 tahun yang akhirnya sampai pada satu titik penantian panjang, memenuhi panggilan sebagai tamu Allah.

Didampingi sang suami, Rokim, warga Kecamatan Periuk, Kota Tangerang itu mengaku hatinya telah mantap. Getar bahagia tak lagi bisa disembunyikan.

Setelah lebih dari satu dekade menanti, ia bersiap menapaki rukun Islam kelima. Sebuah perjalanan spiritual yang selama ini hanya ia semogakan dalam doa-doanya.

“Alhamdulillah, saya senang sekali. Sudah 13 tahun menunggu agar bisa berangkat haji,” ujarnya lirih saat berbincang dengan rri.co.id.

Di teras masjid, Sri menuturkan kisah perjuangannya. Ia dan suami menabung sejak 2013, sedikit demi sedikit, dari hasil berjualan nasi uduk.

Keuntungan yang tak seberapa tak menyurutkan tekadnya. Bagi Sri, setiap rupiah yang disisihkan adalah bagian dari ikhtiar panjang menuju Tanah Suci.

“Alhamdulillah, ini panggilan Allah. Saya sangat bersyukur,” ucapnya, suaranya bergetar menahan haru.

Selain kesiapan fisik dan mental, Sri juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk perjalanan ibadahnya. Dari perlengkapan pribadi hingga bekal makanan sederhana.

Mi instan, sambal kacang, abon, hingga bawang goreng. Semua dipersiapkan dengan cermat sebagai bekal selama di tanah haram.

Malam itu, bersama ratusan calon jemaah lainnya, Sri menaiki bus yang telah terparkir di depan masjid. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, dihadiri Gubernur Banten Andra Soni dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.

Tangis haru, doa, dan lambaian tangan keluarga mengiringi keberangkatan mereka.

Sebagai bagian dari kloter pertama Embarkasi Banten, Sri bersama rombongan bertolak menuju Asrama Haji Grand El Hajj sebelum melanjutkan perjalanan udara melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Makkah.

Perjalanan Sri adalah potret keteguhan dan kesabaran. Dari gerobak nasi uduk hingga panggilan ke Baitullah, kisahnya mengajarkan bahwa niat yang dijaga dan usaha yang dirawat tak pernah sia-sia.

Di setiap langkahnya, terselip doa agar ia dan seluruh jemaah diberi kesehatan, kelancaran, serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....