Lebaran Tanpa Rob, Warga Kampung Nelayan Indramayu Rayakan Hari Raya Dengan Tenang
- 23 Mar 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Setelah bertahun-tahun hidup dalam ancaman banjir rob, warga Kampung Nelayan di Indramayu akhirnya merasakan suasana Idulfitri yang aman dan layak
- Perubahan mulai dirasakan sejak pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera pada 2025, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto
- Sebanyak 93 rumah tipe 36 dibangun di Kampung Nelayan Indramayu dengan fasilitas yang lebih layak
LEBARAN 2026 menjadi titik balik bagi warga Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ancaman banjir rob, mereka akhirnya merasakan suasana Idulfitri yang aman dan layak.
Di Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, wajah kampung nelayan berubah drastis dalam setahun terakhir. Lingkungan yang dulunya kerap tergenang kini tertata rapi, bersih, dan nyaman untuk dihuni.
Anak-anak terlihat bermain bebas di jalan lingkungan yang kering dan bersih. Sementara para orang tua saling bersilaturahmi tanpa dihantui kekhawatiran air laut yang meluap.
Bagi warga, Lebaran tahun ini bukan sekadar tradisi tahunan yang rutin dirayakan. Momen tersebut menjadi simbol perubahan nyata dari ketidakpastian menuju kehidupan yang lebih tenang.
Beberapa tahun sebelumnya, banjir rob kerap datang tanpa peringatan dan merusak permukiman warga. Air laut merendam rumah, merusak perabotan, serta menciptakan lingkungan yang tidak sehat.
Kondisi tersebut membuat kehidupan warga penuh kekhawatiran, terutama bagi keluarga nelayan. Anak-anak tumbuh dalam situasi rentan, sementara orang tua terus dihantui rasa cemas.
Perubahan mulai dirasakan sejak pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera pada 2025. Program ini digagas Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait.
Sebanyak 93 rumah tipe 36 dibangun dengan fasilitas yang lebih layak. Setiap unit dilengkapi kamar tidur, ruang keluarga, dapur, hingga kamar mandi.
Selain hunian, pemerintah juga menyediakan akses air bersih dan sanitasi memadai. Fasilitas umum seperti masjid, taman, serta sentra UMKM turut mendukung kehidupan warga.
Salah satu warga, Warsana, merasakan perubahan besar dalam kehidupannya sebagai nelayan. Lebaran tahun ini menjadi pengalaman paling berkesan sepanjang hidupnya.
“Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Kebersihan di sini terasa sekali, suasananya juga nyaman," kata Warsana mengutip dari keterangan tertulis Bakom RI, Senin, 23 Maret 2026.
"Jadi walaupun enggak punya banyak, tetap bisa ngerasain bahagia bareng keluarga,” ucapnya. Warsana mengaku sebelumnya selalu dihantui kekhawatiran saat melaut meninggalkan keluarga di rumah.

“Kalau lagi kerja itu pasti ada rasa khawatir, kepikiran terus rumah banjir, kepikiran anak istri. Tapi mau gimana, kalau khawatir terus, kerja juga jadi enggak fokus,” katanya lirih.
Trauma terbesar terjadi saat banjir besar melanda pada akhir 2022 hingga merobohkan rumahnya. Saat itu, istrinya yang hamil harus dievakuasi dalam kondisi darurat.
“Waktu itu ya sudah, yang penting keluarga selamat dulu. Rumah bisa dicari lagi, tapi kalau keluarga kenapa-kenapa itu yang enggak tergantikan,” kenang Warsana.
Kini, kondisi tersebut telah berubah setelah mereka menempati rumah baru yang aman. Lebaran dirayakan sederhana, tetapi tanpa rasa cemas yang dulu selalu menghantui.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, yang peduli dengan masyarakat kecil seperti kami. Dengan adanya tempat ini, kehidupan kami jadi jauh lebih baik, lebih layak, dan lebih tenang,” ucapnya.
Di Kampung Nelayan Sejahtera, Lebaran kini dimaknai sebagai rasa aman yang nyata. Perubahan sederhana itu menjadi harapan besar bagi warga yang selama ini hidup di tengah ketidakpastian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....