Lebaran di Istana Negara, Saat Mimpi Warga Jadi Nyata

  • 22 Mar 2026 11:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Di tengah suasana Hari Raya ada suasana hangat antara pemimpin dan rakyat, ada rasa haru yang tak bisa disembunyikan di Istana Negara
  • Cerita warga yang merasa momen lebaran terasa istimewa karena pengalaman pertamanya merayakan Lebaran di Jakarta
  • Momen saat Istana tidak hanya menjadi simbol kekuasaan, tetapi menjadi ruang pertemuan dan kebahagiaan bagi masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta - Pintu Istana Negara terbuka lebar pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026. Di tengah suasana Hari Raya ada suasana hangat antara pemimpin dan rakyat, ada rasa haru yang tak bisa disembunyikan.

Bagi sebagian warga, momen ini bukan sekadar silaturahmi Lebaran bersama Preside. Ini adalah pengalaman pertama yang selama ini hanya mereka saksikan dari layar televisi.

Arief dan Nisa termasuk di antaranya, yang akhirnya bisa menjejakkan kaki di Istana untuk pertama kalinya. “Baru pertama kali (ke Istana),” ujar keduanya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Langkah demi langkah di halaman Istana menghadirkan kesan yang sulit dilupakan. Bagi mereka, suasana yang selama ini terasa jauh, kini begitu dekat.

“Senang, dari dulu penasaran kan, isi dalam (Istana) bagaimana. Akhirnya pas masuk, oh begini rasanya,” ujar mereka dengan wajah sumringah.

Di sela kebahagiaan itu, keduanya tak melewatkan kesempatan mengabadikan momen. Kamera ponsel menjadi saksi kecil dari pengalaman besar yang mereka rasakan hari itu.

Salah seorang masyarakat, Arief dan Nisa saat menghadiri open house Lebaran di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

“Bagus, Istana sangat bagus. Tadi sempat foto-foto juga,” ucap mereka.

Kehadiran masyarakat di Istana juga mencerminkan pendekatan humanis seorang pemimpin kepada rakyatnya. Presiden Prabowo Subianto membuka ruang pertemuan yang hangat, tanpa sekat, dalam suasana penuh kebersamaan.

Bagi Nisa, momen ini terasa semakin istimewa karena menjadi pengalaman pertamanya merayakan Lebaran di Jakarta. Ia mengaku tak menyangka bisa merasakan suasana Lebaran langsung dari pusat pemerintahan.

“Presiden, terima kasih sudah mengundang. Ini pertama kali Lebaran di Jakarta, terima kasih ya,” ucap Nisa.

Di balik kebahagiaan itu, terselip harapan sederhana tentang masa depan. Arief dan Nisa berharap Indonesia semakin membuka peluang, khususnya bagi generasi muda.

“Semoga Indonesia lapangan kerjanya lebih dipermudah, lebih diperbanyak. Mahasiswa-mahasiswa semoga juga dapat beasiswa,” kata keduanya menutup wawancara singkat tersebut.

Di hari kemenangan itu, Istana bukan hanya menjadi simbol kekuasaan. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan, tempat harapan dan kebahagiaan bertemu dalam satu cerita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....